Home / Berita / Nasional / Diprotes Asosiasi Dokter, Dr. Warsito Penemu Alat Pembunuh Sel Kanker Dilarang Seminar

Diprotes Asosiasi Dokter, Dr. Warsito Penemu Alat Pembunuh Sel Kanker Dilarang Seminar

Dr. Warsito Purwo Taruno. (inet)
Dr. Warsito Purwo Taruno. (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Ilmuwan dan peneliti tomografi, Warsito Purwo Taruno, tidak diizinkan untuk menjadi pembicara dalam seminar deteksi dini kanker di Hotel Sahid Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2013. Rencana presentasi penemu rompi antikanker itu mendapat protes dari asosiasi dokter.

“Dari Kementerian Kesehatan akhirnya tidak memberi izin saya menyampaikan materi seminar saya tentang ECVT untuk diagnostik, meskipun tadinya undangan awalnya juga berasal dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya, Rabu, 22 Oktober 2012, sebagaimana dilansir Tempo.

Rencananya, presentasi ECVT itu akan disampaikan Warsito dalam seminar bertajuk “Workshop Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Menggunakan Metode Nonradiasi.”

Teknologi tomografi medan listrik tiga dimensi atau electrical capacitance volume tomography (ECVT) adalah temuan Warsito yang telah dipatenkan di Amerika dan lembaga paten internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi itu bahkan telah digunakan oleh NASA (Lembaga Antariksa Amerika Serikat) untuk memindai obyek dielektrika pada pesawat ulang–alik selama misi ke antariksa.

Sistem pemindai ini mirip dengan CT Scan dan MRI untuk melihat apa yang terjadi di dalam tubuh manusia. Tapi, perangkat ini lebih canggih karena pasien tak perlu masuk ke dalam tabung, seperti MRI yang cuma menampilkan gambar dua dimensi. Gambar yang dihasilkan dari ECVT ini berbentuk tiga dimensi.

ECVT juga mampu membunuh sel-sel kanker. Warsito membuat ECVT dalam berbagai bentuk unik, ada yang mirip helm, bra, dan celana, yang disesuaikan fungsinya untuk kanker otak, payudara, atau prostat.

Menurut Warsito, alasan penolakan karena Kementerian Kesehatan menerima surat protes dari asosiasi dokter. “Mereka keberatan apabila saya menyampaikan makalah di seminar yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan besok,” ujarnya.

Warsito sendiri tak habis pikir dengan penolakan itu. “Masalahnya, ini cuma seminar ilmiah, bukan alat mau dipakai di rumah sakit atau bagaimana.”

Akibat penolakan itu, Warsito harus meminta maaf kepada orang-orang yang sempat dia undang untuk hadir di seminar itu lewat Facebook. “MOHON MAAF, Karena tidak diizinkan seminar tentang ECVT yang sedianya dilaksanakan tanggal 24 Oktober di Hotel Sahid Jakarta, maka seminar ini dibatalkan. Kepada semua pihak yang terkait kami menyampaikan permohonan maaf dan haraf maklum”, tulisnya di akun Facebook. Hingga berita ini diturunkan, 96 orang mengomentari status Facebook tersebut.

Seorang pengguna Facebook bernama “Kangmas Hamdi” mengomentari: “tetap semangad….hasil penelitian banyak yg menentang mah biasa saja, diperjuangkan lewat pengadilan saja karena selama hasil penelitian tidak bertentangan konstitusi harus tetap yakin diri sendiri … kasus seperti begini banyak terjadi di luar negri juga”. Pengguna Facebook lainnya bernama “Edi Hilmawan” mengomentari: “Seminar ilmiah kok dilarang ? … memang mau buat demo ? sebarkan aliran terlarang ? … Mematikan kebebasan berpendapat itu melanggar konstitusi lho ..”

(tempo/dakwatuna/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (178 votes, average: 9,20 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Presiden Mursi saat menerima gelar honoris causa dari Pakistan (islammemo.cc)

Hubungan Pakistan-Mesir Memanas Akibat Hukuman Mati Presiden Mursi

  • Hilman

    Iyalah di protes…. Kalau berhasil dan tersebar… mati sumber duit para petinggi dokter di Asosiasi Dokter Indonesia… Orang Induknya aja di empanin duit mulu kok sama Industri Farmasi dan Keuangan…… Berapa milyar dolar yang dusah diinvestasikan bisa hilang sia-sia….

    • A Prayuga

      Indonesia seharusnya bangga dan mendukungnya.

  • Bocahseratoes

    Susah memang kalo hanya mikirin ego masing” , Ketika ada yg mau maju yang diatas malah menghalangi dengan alasan yg dipikir sangat egois

  • supriyatno

    Maju terus , para dokter seharus nya membuktikan kemampuan alat ditemukan oleh Dr Warsito , bukan nya menghalangi. toh sebagian besar alat2 kesehatan dan pengobatan

    ditemukan oleh orang yang bukan berprofesi sebagai dokter. dipatenkan di luar negeri saja pak Dr Warsito!

    • Muhammad Arifin Bin Mulyadi

      Ya benar, jika di Indonesia tidak dihargai, amalkan saja penemuan Dr. Warsito di tempat yang lebih dihormati, yang penting niatnya sama untuk menurunkan angka penderita kanker di dunia, dan ini sangat membantu masyarakat yang ekonominya mungkin lemah. kalau sudah berhasil di tempat lain, atau di luar negeri sekalipun, biarkan dunia yang menjadi saksi dan menilainya.

  • Dian Cimpago

    Assosiasi dokter Indonesia malu karena pada acara HITAM-PUTIH (Deddy Corbuzier), buat yang sempet nonton pasti tau. Dokter yang mewakili assosiasi kalah debat. Alasan Dokter juga berbelit-belit padahal fakta sudah jelas. Dokter makin tersudut saat dihadirkan saksi yang menyatakan selama 2bulan dirawat medis, penyakit kanker otaknya makin parah. Pake alat DR. Warsito, dalam 8 bulan saksi sudah bisa naik motor lagi… Kurang bukti apa coba. Selesai acara, Dokternya langsung ngacir…..

    • Shivaarina

      malah ada jg pasien.y yg brprofesi dokter

    • non purba

      betul-betul-betul

      • Sigit Agus Windarto

        kalo emang alat ini ada kelemahan… ya tinggal di perbaiki aja…. tul ga?

        • noor faizin

          betul betul

    • Usman

      Fakta yang di tonton oleh seluruh rakyat Indonesia…

    • Usman

      Fakta yang di tonton oleh seluruh rakyat Indonesia…

    • noor faizin

      hawatir kalah saing…..

    • herawatini

      ha…ha…ha

  • Dian Cimpago

    Buat DR.Warsito… Kami warga Indonesia meminta kepada Bapak untuk tetap bangga menjadi orang Indonesia… Kami tidak ingin orang macam Bapak ini lari dari Indonesia…
    Maju terus Pak…. Kami ada untuk Bapak….

    • Usman

      Semoga Allah SWT memberi kekuatan lahir dan batin buat DR Warsito, dkk., untuk berbuat yang lebih banyak dan lebih baik. Tantangan dan hambatan untuk mendapatkan sesuatu terbaik itu banyak… Pepatah mengatakan, Anjing menggonggong, kafilah berlalu… Fokus berkarya untuk kemaslahatan ummat

    • Usman

      Semoga Allah SWT memberi kekuatan lahir dan batin buat DR Warsito, dkk., untuk berbuat yang lebih banyak dan lebih baik. Tantangan dan hambatan untuk mendapatkan sesuatu terbaik itu banyak… Pepatah mengatakan, Anjing menggonggong, kafilah berlalu… Fokus berkarya untuk kemaslahatan ummat

  • Alex Riza

    menurut saya ini lebih kepada ketidak percayaan para dokter dengan alat yang ditemukan beliau, seakan akan alat tersebut nantinya akan membuat para pasien beralih kepada bapak warsito dan dokter khususnya spesialis kanker tidak laku lagi sehingga para dokter/rumah sakit ini yang harusnya mendapatkan uang cukup besar dari penderi kanker pendapatan nya akan berkurang…jadi mungkin ada baiknya alat pak warsito ini tetap dikomersilkan pada rumah sakit2..jadi ada kerja sama gitu dan tidak mematikan “bisnis rumah sakit juga”

  • ninuk

    tetap semangat pak …kadang bangsa kita sendiri kurang menghargai kemampuan anak bangsanya menciptakan sesuatu yg baru..kepicikan cara berpikir..bukannya saling mendukung untuk menyehatkan sesamanya.. tapi selalu berpikir negatif…saya termasuk yg sangat menyayangkan..hal hal seperti ini..makanya banyak ilmuwan kita yg pandai2 malah hidup di luar negri..

  • Hidayat

    Indonesia sesungguhnya sudah memiliki banyak ahli di berbagai bidang. Sayangnya di negeri tercinta ini blm ada kesadaran mencintai produknya sendiri dan masih banyak yg bermental agen negara asing. Dengan kata lain jika orang Indonesia menjadi penemu sesuatu bukannya didorong atau difasilitasi semestinya tp malah diprotes/ di tentang. Alhasil ahli2 kita pada lari ke negara lain yg mau memanfaatkan keahliannya. Yang rugi kita sendiri!!!.

  • boygen

    Banyak anjing-anjing rabies jadi menteri.indonesia oh indonesiaku,bunuhlah anjing2 gila dari tanah airku!!!!!

  • ES U EM

    Wee lha piye to iki? Doktere khawatir dadi mlarat..

    • YUSUF ANDRI

      hayooo jek kok malah dokter ketar ketir,,,, bahayane kang paling mengko gawe virus kanker sing g bisa didetek karo alat iki,,, lariss maneeehh,, tuku mobil baruuu

    • YUSUF ANDRI

      hayooo jek kok malah dokter ketar ketir,,,, bahayane kang paling mengko gawe virus kanker sing g bisa didetek karo alat iki,,, lariss maneeehh,, tuku mobil baruuu

  • Syamsuddin Cintafm Palu

    mungkin karena takut kehilangan rezeki, karena dengan adanya penemuan ini org gak perlu ke dokter, hehehe ono ono wae

  • Muhammad Raihan

    Indonesia tidak butuh orang pintar, dibutuhkan orang yang bisa diatur..

  • sonny

    kapan maju ny indonesia nih

  • Ley

    yah, yang PASTI dokter specialist kanker dah KO

  • Sativa Oriza

    kalian ni menipu orang yg sedang sakit aja, gak bakalan ada kesembuhan karna alat alat tolol seperti ini …… setiap tindakkan medis itu melalui proses yg panjang dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum, tidak asal asalan sepeerti ini, dak akhirnya psien yg sakit tergiur dan keluarkan uang lagi sedangkan hasilnya nihil ….

    • Arieanti Ulfa

      Nah, bagaimana Indonesia bisa maju dengan pemikiran2 seperti ini. Open mind. Sekarang perkembangan teknologi kedokteran sudah semakain baik. Toh jika ada alat yg sudah TERBUKTI hasilnya dan mendapat pengakuan di LUAR INDONESIA, mengapa di negeri sendiri malah kesannya ditentang seperti ini? Kalau begitu jangan salahkan jika banyak ilmuwan dari Indonesia tetapi malah memilih LUAR NEGERI untuk mengembangkan penemuannya. Dan saya hanya ingin mengingatkan, Anda jangan asal bicara jika alat ini (maaf) tolol, asal-asalan dan hasil dari alat tersebut nihil. Beliau seorang Profesor yang telah menempuh pendidikan yang sangat luar biasa. Alat tersebut juga sudah melalui proses penelitian yang panjang dan kompleks, yang Anda sendiri tidak bakal sanggup jika harus menduplikat sekalipun. Thanks

      • Muhammad Arifin Bin Mulyadi

        Ya saya setuju dengan apa yang saudara katakan, seharusnya kita bisa MENGHARGAI karya-karya dari bangsa kita sendiri. apalagi sudah dipatenkan, berarti sudah teruji. Semoga bangsa kita bisa menjadi lebih baik, Aamiin ya rabbal’alamiin!

        • asep jaya

          aamiin….

      • non purba

        SETUJU 1000 % demi kemaslahatan manusia dengan biaya yang murah….. yang gak tahu kayaknya emang orang yang gaptek dan pendek fikiran deh dan gak mau majuuuuu…

      • YUSUF ANDRI

        ini udah kali ke sekian para ilmuwan kita tak di akui ato malah di tentang, kita ingat Dr. Onno W Kusumo,,, penemuannya oleh negara Jepang diberi penghargaan,,, setelah di kembangkan di Indonesia dia malah di penjara … lagi penemu matrial pemadam kebakaran yang di jerman sudah di patenkan tapi di negara sendiri tak di kembangkan karena ada faktor bisnis yg menghambatnya nahhh dasar indonesia,,,

      • YUSUF ANDRI

        ini udah kali ke sekian para ilmuwan kita tak di akui ato malah di tentang, kita ingat Dr. Onno W Kusumo,,, penemuannya oleh negara Jepang diberi penghargaan,,, setelah di kembangkan di Indonesia dia malah di penjara … lagi penemu matrial pemadam kebakaran yang di jerman sudah di patenkan tapi di negara sendiri tak di kembangkan karena ada faktor bisnis yg menghambatnya nahhh dasar indonesia,,,

      • Ari Wicksn

        itu terbukti sebagai alat diagnosa bukan metode pengobatan, beda itu….

    • S.W. Priyadharma

      Itu pengobatan alternatif di indonesia apa bisa dipertanggungjawabkan secara hukum? apa bukan asal2lan? apa pasien tidak tergiur? apa tidak keluarkan uang? apa hasilnya tidak nihil? dan anda tersesat apa baca tulisan disini? anda bayar sehingga komentar anda dipublikasikan disini? hadeuuuuhhh…cape deh..

      • bio13

        Setiap alternatif kan boleh dicoba gak dilarang? Daripada yg katanya diaku tindakan medis tp gak sembuh juga. Mending minum jamu sama aja mati juga

        • S.W. Priyadharma

          Justu itu argumen saya. Saya bales komentar Sativa Oriza di atas yang katanya pengobatan model seperti pada artikel di atas menipu & tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Lalu saya analogikan dengan pengobatan alternatif yang pada prinsipnya sama aja.

          • YUSUF ANDRI

            kalee dr sativa kuliahnya dari uang haram kalee yaa,,,, makanya otaknya bundelll kaya gitu…

          • YUSUF ANDRI

            kalee dr sativa kuliahnya dari uang haram kalee yaa,,,, makanya otaknya bundelll kaya gitu…

          • Guest

            wajar ajah indonesia gk maju, bayak org cerdas kabur ke luar negri,, ya itu lah alasannya, tidak di akui, usaha untuk negara sendiri, sudah capek” buat negara, ehk negara sendiri menolak, dasar mata duitan semua, lihat dong rakyat kecil . jgn untung ja yg dibesarin, dokter jaman skrg bayak yg haus duit, mungkin buat balikin modal sekolahnya .

            Pokoknya saya dukung pak Warsito
            Saya bangga org indonesia memiliki anak bangsa yg cerdas seperti anda.
            yang tidak suka jangan menjelekan org lain, ngaca dlu sblm coment.

          • Guest

            wajar ajah indonesia gk maju, bayak org cerdas kabur ke luar negri,, ya itu lah alasannya, tidak di akui, usaha untuk negara sendiri, sudah capek” buat negara, ehk negara sendiri menolak, dasar mata duitan semua, lihat dong rakyat kecil . jgn untung ja yg dibesarin, dokter jaman skrg bayak yg haus duit, mungkin buat balikin modal sekolahnya .

            Pokoknya saya dukung pak Warsito
            Saya bangga org indonesia memiliki anak bangsa yg cerdas seperti anda.
            yang tidak suka jangan menjelekan org lain, ngaca dlu sblm coment.

      • Muhammad Arifin Bin Mulyadi

        Dari permasalahan yang Anda utarakan, maka diperlukan adanya seminar di hadapan dokter dan ahlinya, kan alat itu dah dipatenkan, nah terkait pertanyaan Anda dan banyak dokter bisa diutarakan setelah adanya seminar mengenai manfaat dan mudarat/kerugiannya, supaya tau baik buruknya. ya kalau buruk silahkan ditolak, diperbaiki atau dilengkapi. tapi kalau baik, kan bisa dikembangkan demi kebaikan Manusia, terutama untuk penderita kanker di Indonesia yang rata-rata masyarakat kurang mampu.

    • wong solo

      goblog

      • Guest

        Alat anti kanker itu domainnya Fisika Lho, Dokter gak pantas koment karena nggak menguasai Biofisika, Begitu juga dengan obat-obatan itu domainnya Kimia, Farmasi, biologi dan ujicoba awal domainnya Kedokteran hewan. Udah waktunya para dokter sadar bahwa domain mereka adalah pengobatan. nggak usah sok tau dan melarang-larang domain bidang lain

    • Yadi

      dr. Sativa: alat tersebut udah dapat Paten International loh… ayooo… siapa yang tolol….

      • Usman

        Oh….ternyata Sativa itu DOKTERRRRR ya….

      • Usman

        Oh….ternyata Sativa itu DOKTERRRRR ya….

    • bio13

      Para dokter yg belum balik modal buat sekolah. Utk melawan kanker paling2 juga kemoterapi yg biayanya mahal, eh pasien gak sembuh juga Uang habis mati meninggalkan hutang banyak.

    • Budi Harto

      keberhasilan & kegagalan penyembuhan dg alat ini toh si pasien jg yg menanggung, jadi ” SEMUA KEPUTUSAN ADA DITANGAN PASIEN, MAU COBA ALAT INI / TIDAK ”
      SO WHAT GITU LOOHH…??

    • Roni Setiawan

      dr. Sativa Oriza.. emang ga byk ya dokter mal prakter .. knp ga di kembangkan sama sama saja antara ilmu kedokteran – medis dgn alat-alat (yg dr sativa sebut sebagai alat tolol) :) lagian alatnya sdh di patenkan dan dapat pengakuan dari Amrik sono bahkan sdh di pakai sama NASA — lol jadi siapa yang tolol ???

      • Usman

        Berpikirlah sebelum anda mengatakan TOLOL pada karya orang lain. Bersyukurlah, bahwa ada anak bangsa yang dikaruniai Allah SWT kemampuan untuk bisa membantu orang lain. Hargailah karya orang lain, dengan demikian insya Allah, orang lain akan menghargai karya anda.

      • Usman

        Berpikirlah sebelum anda mengatakan TOLOL pada karya orang lain. Bersyukurlah, bahwa ada anak bangsa yang dikaruniai Allah SWT kemampuan untuk bisa membantu orang lain. Hargailah karya orang lain, dengan demikian insya Allah, orang lain akan menghargai karya anda.

        • Panji

          tolong dibaca baik2 pak sebelum berkomentar.
          yang mengatakan tolol tuh sativa oriza. bukan saudara roni.

          • Roni Setiawan

            Terima kiash saudara panji telah mengingatkan..mungkin Bpk Usman terlalu semangat berkomentar

        • Roni Setiawan

          hehehehe….berpikirlah dan bacalah dengan seksama pak Usman sebelum anda menjudge komentar org lain.. tapi tidak mengapa saya tidak terlalu mempermaslahkan komentar bapak ttg saya yg terlalu bersemengat.. pada dasarnya kita satu pemahaman kok

    • Xanda Xu

      Yah memang begitu orang Indoonesia. Gampang diprovokasi dan dikibulin. Dapat kabar yang katanya bisa nyembuhin kanker langsung iyeee aja tanpa lgsg cari informasi.

      • Ar Rayyan

        Naaaah, itulah pentingnya publikasi supaya kita tau kebenaran alatnya, kalo gk bagus ngpain di pake n kenapa juga Asosiasi Dokter takut kalo alat itu ngibul, bisa rasionalkan…..?

        • Guest

          ntu asosiasi dokter mestinya dibubarin ajah…., bikin aturan kedokteran seolah2 dokter ntu MAHADEWA gak PERNAH SALAH, kalo ada MAl Praktek dibilangnya kesalahan pasien…

      • Ar Rayyan

        Naaaah, itulah pentingnya publikasi supaya kita tau kebenaran alatnya, kalo gk bagus ngpain di pake n kenapa juga Asosiasi Dokter takut kalo alat itu ngibul, bisa rasionalkan…..?

      • YUSUF ANDRI

        LHA WONG seminarnya aj di protes mau cari info dari mana lagi,,, mau ada jalan keluar dari mana lagi,,,

    • agoesnugraha

      Penemu alat ini scientist lulusan Jepang lho, dia diakui German & internasional. Dia bikin ini karena sdri perempuannya yg sakit. …Kamu dokter lulusan mana sih? bego banget kalo komen.

    • tutik kurniati

      Alat anti kanker itu domainnya Fisika Lho, Dokter gak pantas koment karena nggak menguasai Biofisika, Begitu juga dengan obat-obatan itu domainnya Kimia, Farmasi, biologi dan ujicoba awal domainnya Kedokteran hewan. Udah waktunya para dokter sadar bahwa domain mereka adalah pengobatan. nggak usah sok tau dan melarang-larang domain bidang lain

      • Ari Wicksn

        sekarang coba dibalik, gimana nanti pengaruhnya ketubuh, emang di fisika ada anatomi histologi, ada farmakologi, ada patologi? semua metode perlu proses yang panjang sebelum di publikasikan. apakah sudah uji preklinis ke hewan sebelumnya, klo sudah lolos baru di uji klinis. ga bisa hanya secara teori saja. klo ga ada bukti tapi sudah mau publikasi bisa saja kayak alat pengubah air menjadi energi yang dulu pernah di gembor2 in tapi ternyata hoax.

        • Sejuki

          Bukankah hasil penelitian Dr. Warsito tsb sudah dipatenkan di lembaga kredibel di Amerika, juga oleh PTO/WHO? Bukankah lembaga yg akan mempatenkan tsb terlebih dahulu melakukan uji klenis dll yg berkaitan dg itu (tidak sembarangan meloloskan)? Uji klenis yg kayak apalagi yg ente maui?

          Hallo………….??????

          • Febri Aldian

            mana link nya bos? itu dari data resmi, atau sekedar ‘kata’nya?

          • Sejuki

            Bukankah berita di atas menyebutkan seperti itu? Tanya saja sama admin. Kok tanya ke ane?

          • Ari Wicksn

            masalahnya itu paten sebagai alat diagnosa gan…
            paten sebagai alat untuk terapi pengobatan belum ada, jadi belum ada bukti klinisnya. yang ada hanya teori bahwa alat itu juga berpengaruh pada sel kanker. masalahnya sekarang gimana dengan sel normal, apa yang terjadi? klo sel kakkernya mati tapi sel normal juga ikutan mati. sama aja kayak kemo terapi yang udah ada sekarang. penyiksaan terhadap pasien, malah juga merupakan pembunuhan sebenarnya bisa dibilang. karena bekerja non selektif.

            intinya nih gan. dokter ga mau nantinya malah peserta seminarnya salah kaprah, dikiranya alat ini bisa digunakan sebagai metode penyembuhan. nanti jadinya kayak “batu” si siapa itu ane lupa.

            klo sebenernya pak warsito tidak mengklaim alat itu sebagai metode penyembuhan dan hanya sebagai metode diagnosa. ga masalah.
            atau tidak mempublikasikannya dalam seminar. dan hanya dipublikasikan sebagai publikasi ilmiah ga masalah.
            karena beliau langsung melempar ke publik tanpa pengujian yang konperhensif itu masalahnya..

        • Sejuki

          Bukankah hasil penelitian Dr. Warsito tsb sudah dipatenkan di lembaga kredibel di Amerika, juga oleh PTO/WHO? Bukankah lembaga yg akan mempatenkan tsb terlebih dahulu melakukan uji klenis dll yg berkaitan dg itu (tidak sembarangan meloloskan)? Uji klenis yg kayak apalagi yg ente maui?

          Hallo………….??????

        • Nusa Jaya

          kalau memang dokternya hebat bisa ngobati orang kena kanker, kenapa lebih banyak pasien yang terkena kanker yang meninggal?
          hanya teori tanpa hasil siapa yang mau percaya?

          • Ari Wicksn

            sekarang ini pengobatan yang ada adalah dengan melakukan operasi dan juga kemo terapi. untuk operasi sendiri itu urusan dokter jadi saya ga tau gimana metodenya dan bagai mana perkembangannya sekarang itu urusan mereka.

            tapi obat2 yang di gunakan untuk kemoterapi sekarang ini masih banyak yang bersifat non selektif. obat ini bekerja untuk membunuh sel kanker, masalahnya dia ga bisa membedakan mana sel kanker mana sel normal. jadi ya ga ada jaminan untuk pasien sembuh. lebih banyak pasien meninggal karena mereka lebih memilih tidak melakukan terapi ini..

            percaya ga percaya itu urusan personal gan….

          • Ari Wicksn

            keberhasilan untuk kemo terapi cuman 10-30 % an lah…
            jadi dari 10 orang kemungkinan 7-8 orang meninggal

    • Ar Rayyan

      Apa salahnya mencoba, kita belum tau alatnya kayak gimana, kalo ada diskusi, ahli kankerkan bisa kasih saran, kritik n rekomendasi…. kalo jadi pemateri saja gk boleh, gmna mau tau siapa yang TOLOL…

    • Ar Rayyan

      Apa salahnya mencoba, kita belum tau alatnya kayak gimana, kalo ada diskusi, ahli kankerkan bisa kasih saran, kritik n rekomendasi…. kalo jadi pemateri saja gk boleh, gmna mau tau siapa yang TOLOL…

    • Anisa Budiarti

      sativa: ngomong emang mudah … adikku sakit kanker otak dan selama 2 tahun hanya jadi ‘kelinci’ percobaan para dokter2 geblek itu … biaya keluar lebih dari 1 M, karena tidak bisa pake SKTM … selama pengobatan di ‘pingpong’ ke beberapa RS dan dokter … RS & dokter yang TIDAK MANUSIAWI yang memeras keluarga pasien sampe abis2an!!! lagian yang namanya IKHTIAR/Usaha kan bisa apa saja – kalo selama ini hasil dari tindakan medis yang ada utk penyakit kanker TIDAK MENGHASILKAN HASIL YANG BAIK, kenapa tidak memberi kesempatan kepada ‘terobosan’ atau solusi yang lain – yang INSHA ALLAH – mungkin hasilnya akan jauh lebih baik!!!

      dan hati2 dengan omonganmu!!! mulut-mu harimau-mu! orang berbagi informasi apa adanya kok dibilang menipu!!! TOBAT dulu aja deh sebelum berkoar gak ada juntrungannya seperti itu!!!

    • Anisa Budiarti

      sativa: ngomong emang mudah … adikku sakit kanker otak dan selama 2 tahun hanya jadi ‘kelinci’ percobaan para dokter2 geblek itu … biaya keluar lebih dari 1 M, karena tidak bisa pake SKTM … selama pengobatan di ‘pingpong’ ke beberapa RS dan dokter … RS & dokter yang TIDAK MANUSIAWI yang memeras keluarga pasien sampe abis2an!!! lagian yang namanya IKHTIAR/Usaha kan bisa apa saja – kalo selama ini hasil dari tindakan medis yang ada utk penyakit kanker TIDAK MENGHASILKAN HASIL YANG BAIK, kenapa tidak memberi kesempatan kepada ‘terobosan’ atau solusi yang lain – yang INSHA ALLAH – mungkin hasilnya akan jauh lebih baik!!!

      dan hati2 dengan omonganmu!!! mulut-mu harimau-mu! orang berbagi informasi apa adanya kok dibilang menipu!!! TOBAT dulu aja deh sebelum berkoar gak ada juntrungannya seperti itu!!!

    • Dono

      Oriza : apakah tindakan medis yg panjang itu selalu berhasil… apakah tindakan medis yg panjang itu tidak berefek, alat ini jg hasil penelitian bukan asal-asalan. dokter yg takut uangnya tergiur ke orang lain payah….

    • Dono

      Oriza : apakah tindakan medis yg panjang itu selalu berhasil… apakah tindakan medis yg panjang itu tidak berefek, alat ini jg hasil penelitian bukan asal-asalan. dokter yg takut uangnya tergiur ke orang lain payah….

    • Usman

      Jaga mulut anda… Saya menduga anda adalah seorang dokter yang takut kehilangan pendapatan. Yakinilah…rezeki anda Allah SWT yang mengatur. Silakan anda bekerja sesuai dengan profesi anda dengan amanah, pada kesempatan yang sama juga anda HARUS membiarkan orang lain berkarya untuk membantu banyak orang…

  • Sativa Oriza

    dan media dakwatunah ini termauk yg sesat nih … publikasikan yg mau bayar aja…..

    • abinya alfath

      Ga bakalan ada ujungnya..secara ilmu kedokteran dan ilmu fisika itu menurut saya adalah ilmu yang berbeda…mungkin jika dianalogikan Pak Warsito ini adalah orang yang menciptakan alat diagnosa semacam MRI, CT csan ato yang lainnya,..nah ecvt ini diciptakan oleh Pak Warsito dimana alat ini tidak hanya mendiagnosa..tapi sekaligus melakukan tindakan-tindakan terhadap hasil diagnosa tersebut..semacam pembunuhan cell cancer.
      Jika CT scan mendiagnosa adanya cell cancer..maka umumnya para dokter akan melakukan tindakan berikutnya, saya tidak tau macam tindakannya apa..mungkin semacam kemo atau yang lainnya…

  • hantu

    sativa: mba, apa salahnya orang cuma seminar aja siapa tahu bermanfaat buat orang banyak toh g ada salahnya yang kasih seminar juga dokter toh g mgk bikin analisis ngawur siapa tahu bermanfaat, apa takut mata pencaharian terbesarnya hilang. ada-ada aja

  • non purba

    ada yang kebakaran jenghgot…. para dokter spesialis kanker dengan biaya sekolah yang tinggi bisa-bisa gigit jari dan buka jualan kelontongan dirumah nantinya. alngkah iri dan dengki para dokter2 tersebut ya? ga bisa lihat orang yang maju. tuh dokter idup aja di jaman purba… teknologi digunakan untuk maslahat orang banyak , apa yang jadi masalah ya…?

  • bio13

    Untuk menjadi dokter sekarang emang mudah sih, asal kuat modal aja. Gak spt dulu, utk jadi dokter selain kuat modal juga tokcer otaknya. Kualitas dokter jg sm jg dg kualitas anak sekolahan lainnya, ada yg cerdas, pintar, ada yang biasa2 saja, ada juga yang………begitu dech

  • Mahyu Likes

    pro dan kontra itu udah biasa terjadi.
    yang penting selamat pagi dululah buat everybody.
    jum’at lagi….:D

    • Kiki Arie Wibowo

      ini bukan pro kontra, pro kontra itu hadir dalam diskusi/seminar. ini belum ada pro belum ada kontra udah dilarang, istilahe 2 pihak berperang mau konferensi, tapi konferensinya dilarang, jadinya mau damai ga jadi2…

  • Amru

    Kalau alat ini nantinya banyak diminati oleh para penderita kanker, hal yang paling ditakuti oleh para dokter dan rumah sakit adalah pasiennya cepat sembuh dan tidak perlu repot serta tidak harus mengeluarkan biasa besar yang terus bekelanjutan seumur hidup, artinya para dokter kehilangan uang masuk dari obat2an dan juga dari biaya konsultasi, belum lagi biaya opname dan pemeriksaan di rumah sakit. Ironis….banyak dokter yang memang niatnya tidak tulus untuk menyembuhkan orang.

    • YUSUF ANDRI

      KITA KAN TAHU SEMUA RATA2 ANALISA DOKTER SELALU MENGARAH PADA AKTIVITAS BIAYA TINGGI,,, OPERASI,,,, OBAT PATENNN RUTIN KONSULTASI DAN BANYAK MACAM LAGI.. UJUNG2NYA BIAR PENDERITA TETAP KELUARIN DUIT KARENA RASA TAKUTNYA,,, JUAL INI ITU,,, PARAH DAH OTAK,,, MAU KEMBALIIN BIAYA KULIAH,,, IROOOONISSS

      • bagas ario

        betul itu

      • aser

        benar mas kadang dokter suka salah memvonis.

    • aser

      ya betul itu,kapan negri ini akan bisa mensejahtrakan rakyat disaat untuk kedokter aja mahaaaaaaal

      • herawatini

        makanya percaya ama Tuhan…

  • Azizu sato

    dokter2 indonesia mata duitan, dak perduli sm pasien yg hampr sekarat gara2 tuh pnyakit kanker pantas aja tuhartis2 suka keluar negeri berobat nya ngeliat dokter indonesia yg mata duitan proses penyembuhan dak pernah selesai2 karna masalah duit

  • Anissa

    Mau berbagi ilmu kok di larang ya.. Orang jaman sekarang.. Tetap semangat buat Bapak Warsito P Taruno..

  • Kristiyanti Mumtaza

    wah asosiasi dokter yang mana ini yg protes? seharusnya masyarakat cerdas dengan seminar semacam ini..

    • YUSUF ANDRI

      asosiasi dokter gemblung kaleee,

  • Indra Wahyu Yef

    Ya begitulah yg dicari dokter kan “Penyakit” bukan Obat… semakin banyak penyakit semakin banyak order…..

  • ahmad

    biasa lah di indonesia nama nya juga….org punya karya bermanpaat malah di tentang,dilarang,dan sebarin isu aneh2,itu mah asosiasi kacangan yg bisa nya cuma menentang dan tdk bisa berkarya……tenang aja lambat laun juga pasti di terima dg menanggung rasa malu dan kecewa karena telah menolak/menentang anda pak warsito,sabar aja trs berkarya dan berjuang untuk kepentingan org banyak…..

  • Wihelmus Ngamal

    Makanya Indonesia tidak maju dlm bidang kesehatan krn tidak menghargai hasil penelitian seseorg yg sebenarnya justru mendatangkan dampak positif yg luar bisa. Knapa takut, seminar ilmiah kok dilarang. Bu Mentri hrs adil dlm mengambl keptsan jgn krn didesak. Mohon dipertimbangkan kembali.

    • YUSUF ANDRI

      PALING MENTRINYA MUNGKN JG G PAHAM,,, SIBUK URUSAN KELUARGA

    • YUSUF ANDRI

      PALING MENTRINYA MUNGKN JG G PAHAM,,, SIBUK URUSAN KELUARGA

  • jumain

    Takut Pasien Berkurang

  • Makis Pramtono

    beliau menemukan potensi radiasi arus lemah dalam proses menjinakkan sel kanker.. memang ketika acara HITAM PUTIH dokter ahli kanker yang hadir, kesannya juga menutup diri dari penemuan yang datang dari negeri sendiri… alih2 mencari kebermanfaatan yang lebih untuk pasien, mereka lebih mempertahankan proses medis yang tingkat prosentase kesembuhannya juga kecil. wallahu’alambishowab… maju terus pak warsito..

  • Aris

    Emang pejabat di Indonesia tidak pernah menghargai hasil karya anak negeri…makanya ketinggalan terus dengan negara lain…….betapa malang nasib intelektual bangsa indonesia..

  • hari

    Salut sama ust. Waskito….. tetap semangat, susahnya di negara yg lebih percaya produk asing, padahal produk ini sudah lama dipatenkan dan di akui di LN.

  • bela aprila

    Jelas aja dilarang, klo ndk dilarang,, dokter onkologi jadi sepi pasien donkz..

  • tutik kurniati

    Alat
    anti kanker itu domainnya Fisika Lho, Dokter gak pantas koment karena
    nggak menguasai Biofisika, Begitu juga dengan obat-obatan itu domainnya
    Kimia, Farmasi, biologi dan ujicoba awal domainnya Kedokteran hewan.
    Udah waktunya para dokter sadar bahwa domain mereka adalah pengobatan.
    nggak usah sok tau dan melarang-larang domain bidang lain

    • Dende

      masing² domain saling terkait, ga bisa berdiri sendiri²

      dari artikel tersebut di NASA dipakai untuk memindai obyek dielektrika pada pesawat ulang–alik selama misi ke antariksa. klo dipakai untuk manusia, apakah sudah ada eksperimennya? apakah ada efek samping dan lainnya yg pernah di publikasikan?

      • Kiki Arie Wibowo

        kan cuma didiskusikan kok dilarang, ini kan bukan buka praktek

      • Kiki Arie Wibowo

        kan cuma didiskusikan kok dilarang, ini kan bukan buka praktek

      • Ar Rayyan

        Naaaaaah…. itulah fungsinya Publikasi supaya ada masukan buat imuwan penemu, gimana si…?

      • Ar Rayyan

        Naaaaaah…. itulah fungsinya Publikasi supaya ada masukan buat imuwan penemu, gimana si…?

      • YUSUF ANDRI

        itulah makanya mau diseminarkan bukan di promosikan…. kang dende dalm forum itulah akan ada blok pemerhati, pendukung, penyanggah, dan ahirnya berhenti pada titik temu yg namanya KEBENARAN ,,,,

      • YUSUF ANDRI

        itulah makanya mau diseminarkan bukan di promosikan…. kang dende dalm forum itulah akan ada blok pemerhati, pendukung, penyanggah, dan ahirnya berhenti pada titik temu yg namanya KEBENARAN ,,,,

    • YUSUF ANDRI

      bETUL mBAK TUTIK para dokter mestinya focus pada ngobati aja gak usah njajah bidang laeeennn,,, ato para dokter pada ketakutan kalw nanti gk ada pesien kankerrr????? waahhh parah betul,,lha wong di amrik aja di akui …… apa kata dunia ?????

    • YUSUF ANDRI

      bETUL mBAK TUTIK para dokter mestinya focus pada ngobati aja gak usah njajah bidang laeeennn,,, ato para dokter pada ketakutan kalw nanti gk ada pesien kankerrr????? waahhh parah betul,,lha wong di amrik aja di akui …… apa kata dunia ?????

  • Anto

    Apa para dokter yg bisa punya gelar dokter krn duitnya banyak itu perlu kita demo? mari kita demo biar alat itu bisa di produksi masal…..dan semoga memang alat itu bisa bermanfaat buat kesehatan umat manusia….

  • Todia Pediatama

    ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

    1. apakah penulis dan masyarakat sudah pernah membaca hasil penelitian mas Taruno?
    2. hasil penelitian beliau di publish di IEEE xplore, impact factornya berapa?
    3. bukti penelitian itu ada levelnya, bukti ilmiah tertinggi adalah jika sudah dilakukan randomized clinical trial berkali2 dan ada systematic reviewnya.

    siapa coba disini yang udah baca dan download hasil penelitiannya? kalau ada, coba share jadi bisa kita baca sama2 dan lihat baik buruk penelitian beliau. yu kita berpikir ilmiah dan terbuka

    • Kiki Arie Wibowo

      kalo seminar itu beda dengan praktek, jadi seminar itu memang ajang diskusi.
      bagaimana mau tahu efek negatif atau efek lainnya bila mo didiskusikan aja tidak boleh.

    • ardi yuli

      mengapa harus download lagi bro, tuch mau disemarin bagaimana mau tau baik buruk peneilitian beliau klo mau diseminarin ja gk boleh. dari seminar inilah masyarakat melihat, mendengar dan mengkritik langsung jika itu tdk masuk akal.. dasar dokter – dokter matre, ya jelas aja matre wong kuliahnya mahal wkwkwkwk

      • Todia Pediatama

        hm, mungkin analoginya seperti ini mas,

        Mas Ardi ingin beli makanan.
        jika Mas Ardi ingin tahu makanannya enak atau tidak, mas Ardi lebih percaya kata siapa?
        kata penjualnya? atau kata orang lain yang telah mereview makanannya (misal telah direview oleh Pak Bondan)?

        semua seminar itu lebih ke arah iklan sebenernya mas. kurang ilmiah.
        masyarakat bisa melihat, mendengar, dan mengkritik secara rinci dan jelas jika sudah membaca hasil penelitian Mas Warsito.

        penelitian Mas Warsito ini sangat hebat. namun, butuh dilakukan penelitian lebih lanjut.

        misalnya ya Mas Ardi, ini ide saya untuk penelitian lebih lanjut “Perbandingan Sensitivitas dan Spesifisitas Antara ECVT, MRI, dan CT Scan Untuk Mendeteksi Kanker Payudara”. jika Mas Warsito dapat melakukan penelitian ini, kayanya bakal lebih keren.

        intinya, mungkin pihak asosiasi dokter ingin melindungi masyarakat dari sebuah teknik diagnostik yang buktinya belum “oke banget”.

        saya pribadi menganjurkan agar rekan2 bisa tetap mendukung Mas Warsito untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan tetap membaca, baca, dan baca.

        “think again”

        • bems

          Dokter kebayakan analoginy, karaker dokter / perawat indonesia d mana-mana sama, pa lagi yg rada2 muda, belajar no ma negara tetangga, public service aja jauhhhhh, kebanyakan ngomonk ma gaya…, mau melahirkan harus di operasi, pas masyarakat miskin, rumah saki penuh,… saya sangat salut ma etos kerja dokter n perawat negara tetangga,… langka di sini ni… teman dokter mal praktek , demo dianya kasi dukungan,… teman dokternya punya penemuan,… di larang buat mau seminar,… ada apa dengan mu wahai dokter2… mungkin kekurangan dokter jiwa kalee,…. #rakyatbicara…

          • Candra Nur Azza

            koq bawa2 nama perawat sih
            ng ada hubungan kali

        • Qiay Waway

          U dah brapa taon experience dgn hal yg sama? U dah brapa taon praktek? U dah brapa banyak pasien tanganin? U dah brapa banyak punya komparasinya? inget,… tugas U adalah 90% u/ kemanusiaan bukan 90% komersialisasi he he he maaf ya kalo daku terlalu menuduh

        • Guest

          Wajar banyak orang yang dari Medan & Aceh
          menengah kebawah berobat ke Pineng, sperti ayah saya. Mereka tidak akan berikan resep kalau benar2 tidak
          diperlukan, bahkan salutnya dokternya menolak biaya konsultasi kalau pasien tidak dikasih resep.
          Sudah cukup banyak pengalaman keluarga terhadap dokter2 spt sakit didada dibilangnya masuk angin, masak dokter spesialis yang sudah professor tidak bisa membaca hasil rontgen kalau pasiennya kena serangan jantung, kalah sama perawat senior di RS yang tahu melihat hasil rontgen. Bahkan sth dibawa & di opname ke RS jantung di Jakarta malah mengecewakan, kreatenin naik & tidak bisa makan buang air, akhirnya dibawa ke alternatif justru lebih baik. Bagaimana mau percaya sama dokter kalau spt itu.
          Yang saya tahu dokter di medan itu dokter turunan, maksudnya rata2 dokter anaknya pasti tamat jadi dokter, bisa dilihat dari buku wisudawan/ti setiap tahunnya.

          Bagaimana tidak banyak orang yang berobat kepengobatan alternatif walaupun juga banyak pengobatan alternatif palsu & matrek.

        • Riska Isnaini

          Seharusnya IDI itu open mind, kalau merasa penelitian yang di lakukan Warsito itu buruk harus IDI buktikan, jangan hanya bisa melarang. Apa IDI itu tidak ingin dunia kedokteran di Indonesia maju. Kalau hanya seminar kenapa dilarang, mental otoriter berbahaya kalau orang2 IDI kalau terjun ke politik atau bahkan kalau sebagai pengusa ibarat rezim militer, tidak ada istilah untuk diskusi / dialog.

          Sebagai induk organisasi dokter profesi yg seharusnya mulia jangan hanya seperti birokrat kaku atau politisi yang terkesan hanya untuk melindungi kepentingannya.
          Dari pengalaman keluarga (terlalu bayak parahnya mengenai dokter negara sendiri untuk disebutkan) Secara pribadi saya sudah kurang percaya pada dokter indonesia khususnya medan, makanya banyak orang medan & aceh yang berobat ke Pineng. Sampai RS 2 sana bukan agen untuk pasien di Indonesia yang akan berangkat ke sana.

          Baik dari pelayanan sampai tidak asal kasih obat, bahkan tidak mau menerima biaya konsultasi kalau tidak ada perlu resep.
          Kalau melihat buku daftar wisudawan/ti kedokteran tiap tahunnya mayoritas tamatan FK anak dokter juga. Ada istilah anak dokter pasti jadi dokter atau dokter turunan. Padahal tidak semua orang berjiwa jadi sebagai dokter. Memang umur ditangan Allah tapi jangan permainkan nyawa orang.

          Bagaimana tidak banyak orang yang berobat kepengobatan alternatif walaupun juga banyak pengobatan alternatif yang palsu & sangat matrialistis bahkan berkedok sorban.

    • Dono

      dimana2 dokter arogan… ga mau nrima orang lain.

    • Dono

      dimana2 dokter arogan… ga mau nrima orang lain.

    • Muhammad Arifin Bin Mulyadi

      kalau Saudara menganjurkan hal tersebut, saya mohon untuk diberikan alamat linknya untuk download dan baca hasil penelitian beliau, terima kasih sebelumnya n_n

      • Todia Pediatama

        Mas Arifin bisa coba search di google “ecvt cancer”, ada di paling atas.
        saya tadi coba sisipkan linknya disini tapi tidak bisa muncul.

        saya juga ingin download mas, tapi saya tidak punya uang untuk membeli artikelnya. jika Mas Arifin bisa download, sangat kami hargai jika Mas Arifin bisa share kepada rekan-rekan yang lain. terima kasih

  • Anton Punkq

    “Don’t worry about the pompous and convoluted terminology
    used by professional doctors (which is full of capital polluted interests); what’s
    really at stake here is something you and us can discuss like ordinary human
    beings using the language that serves us all so well in other areas of our
    lives.” (unknown)

  • adit

    alat itu sudah diuji coba ke saudara saya dan akhirnya sembuh kanker payudaranya, terimakasih pak warsito..

  • adit

    alat itu sudah diuji coba ke saudara saya dan akhirnya sembuh kanker payudaranya, terimakasih pak warsito..

  • Ulul Azmi Iswahyudi

    Arogansi asosiasi dokter!!!!!! Takut ndak laku prakteknya ya…….

  • Ulul Azmi Iswahyudi

    Arogansi asosiasi dokter!!!!!! Takut ndak laku prakteknya ya…….

  • noviyanti

    padahal bermanfaat bgt loh seminarnya

  • noviyanti

    padahal bermanfaat bgt loh seminarnya

  • Sejuki

    Itulah Indonesia……

    Aneh….!!!!

  • Sejuki

    Itulah Indonesia……

    Aneh….!!!!

  • ruya

    biasa indonesia bro,,,hal-hal seperti ini lumrah terjadi. maju terus Dr. Warsito…!!, rakyat Indonesia pasti mendukung setiap usaha mengangkat nama bangsa seperti upaya anda.

  • Febri Aldian

    kalo
    mau fair, seharusnya dijelaskan asosiasi dokter mana yg melarang? apa
    alasannya? tapi secara logika, barang yg belum di uji klinis tak boleh lah
    di uji coba langsung ke manusia, apalagi diperjual belikan.

    barang non
    medis aza harus ada label SNI atau makanan harus berlabel HALAL sbelum
    dikonsumsi dan diperjualbelikan.
    jadilah pembaca yg cerdas!

    • kuntul

      kalo mas febri dokter, pasti salah satu dokter yg menentang. (takut dapurnya kurang ngebul).
      Diatas sudah disebutkan, kalo produk punya pak warsito sudah dipatenkan. (bahkan NASApun memakai produk ini). Jadi menurut pandangan saya, produk ini 99% aman.
      Saya yakin, dokter2 tua yg menolak penemuan ini. karena sudah banyak dokter2 muda yg mau meng uptodate ilmu mereka. cuma kaum dokter tua yg enggan belajar, tapi mau dapet pasien n duit banyak.

      • Febri Aldian

        alhamdulillah mas kuntul, dapur saya baik2 saja. sebagai dokter saya sangat terbuka dengan terapi2 alternatif. yg saya maksudkan adalah belum ada nya uji klinis yg menyatakan alat ini aman tuk dipakaikan ke manusia. apa mas kuntul mau anggota keluarganya jadi bahan uji coba? saya yakin tidak! yg dipakai NASA adalah untuk memindai (smacam fungsi USG atau rontgen, tau kan alat ini mas kuntul?) bukan tuk ngobatin kanker. kalo mmg terbukti ilmiah alat ini aman digunakan saya dengan senang hati akan membantu promosinya. tapi kalo malah membuat stadium kanker meningkat (sperti yg banyak didapatkan oleh teman2 dokter di RS rujukan) siapa yg mau tanggungjawab? jangan2 malah dokter/RS yg dianggap mal praktek krn si pasien meninggal ketika di RS. btw tak ada beda antara dokter tua dan muda, krn sbg seorang dokter kami wajib tuk upgrade ilmu terus (jika masih mau praktek.

        • Muhammad Arifin Bin Mulyadi

          kalau perlu adanya uji klinis lagi di Indonesia, semoga Pak Dr. Warsito dipermudah oleh kawan-kawan dokter dan pemerintah, karena ini untuk kebaikan kita bersama n_n, semangat untuk dokter-dokter Indonesia yang berjasa bagi Indonesia n_n

          • Febri Aldian

            say setuju mas, semoga pemerintah mendukung ui klinis DR. Warsito. tapi sebelum uji klinis nya keluar, disempurnakan aza dulu ya.. semoga suatu saat Indonesia Bebas kanker. Amin…

        • ninis

          ah, masalah-masalah yang mas paparkan itu kan urusan ke sekian. ini kan baru seminar. ga usah terlalu lebay sampe kepikiran yang macem macem.

          • Febri Aldian

            bu/ mbak / ukhti Ninis, komennya saya balas spt yg punya mas doctor46x aza ya… btw tarik nafas dulua, jangan esmosi. peace…

          • ninis

            hhehee gak emosi kok mas :D

        • Tamsil

          Lanjutkan

          • Febri Aldian

            betul pak, harus dilanjtkan ke uji klinis, baru digembar gemborkan. semoga suatu saat Indonesia bisa bebas dari kanker. amin…

        • doctor46x

          INI kan jelas jelas mau baru seminar kok omongannya sampek uji coba ke keluarga segala dan sampai mal praktek.. dan ini masih presentasi.”Pembicara dalam seminar deteksi dini kanker di Hotel Sahid Jakarta,
          Kamis, 24 Oktober 2013. Rencana presentasi penemu rompi antikanker”,,tolong di garis bawahi itu,,krna itu bukan acara sales menjual barangnya, tp beliau di undang oleh kemenkes dan di batalin oleh kemenkes sendiri krna “IDI” melayangkan surat protes tsb ke kemenkes .. msih jd pembicara Kok sudah dilarang., bukan masalah uji klinisnya. tapi kenpa masih mau di seminar ilmiah kok sudah dilarang. Setelah diprsentasikan dan di uji klinis terus dilarang ya silahkan. Ilmu itu mahal..jangan sampai org jenius negara kita di buang kembali spt bp BJ habibie. Di negara lain karyanya di segani tp di negara sendiri malah……(ya tau sendirilah)..

          • Febri Aldian

            mas doctor46x yg saya yakin bukan seorang dokter apalagi doktor spt DR warsito :-) santai bro.. soal rencana semianar itu knp samapi batal saya gak tahu menahu, dan spt dikomen saya yg lain, saya gak tau kalo dokter punya asosiasi, dokter berorganisasi dalam IKatan yaitu IDI, jadi gak ada yg namanya ADI (asosiasi dokter Indonesia) jadi tolong tanya ama dakwatuna yg mengcopas berita ini, siapa tu ADI. soal ILmu mahal dll (dlm koment mas doctor) saya sepakat 100%.

        • Syafour Ardian Gt

          saya mo nanya mas febri….saya yakin kayaknya anda seorang dokter nih…
          kalo pada suatu diagnosa seorang pasien yang menderita kanker stadium 2 dapat disembuhkan dengan suatu metode tertentu (apalah itu) dan kesimpulan sembuh ini berdasarkan analisa dari seorang atau beberapa dokter, mungkin ngga penyakit kanker yang sudah sembuh ini akan muncul kembali (pada tempat yang sama) atau bahkan sampai meningkat lagi kestadium selanjutnya (3) ?

          • Syafour Ardian Gt

            sebagai tambahan, kalo ngga salah, CMIIW, dr.warsito saat acara hitam putih menyebutkan bahwa 70-80% dari 8000 pasiennya mengalami kesembuhan utk metode ini…. beliau juga mengatakan hasil ujinya pada tissue culture utk sel kanker yang dipaparkan dengan alat temuannya ini mengalami kerusakan (degradasi pertumbuhan sel kanker, kalo ngga salah juga disebutkan kalo sel kankernya mati -CMIIW), sedangkan pada sel yang sehat tidak berpengaruh apa-apa….
            apa ini tidak dapat dikategorikan bahwa dr.warsito sudah melakukan uji terhadap alat temuannya….? dan terbukti berdasarkan hasil pemakaian pada 8000 pasiennya yang menyatakan kesembuhan berkat alat temuannya ini…

          • Syafour Ardian Gt

            lebih kuat mana…hasil uji klinis atau kenyataan dilapangan…???
            kembali ke masing2 orang deh….kalo percaya maka lakukan,kalo ngga percaya ya ngga usah menghalangi niat sembuh orang lain…
            kebanyakan orang tidak sembuh dari suatu penyakit adalah karena tidak ada semangat sembuh terhadap penyakitnya…. secercah harapan bagi para penderita suatu penyakit,saya yakin dapat menjadi suatu dukungan moral terhadap orang yang sakit tersebut…
            saya pernah dengar pernyataan seperti ini…
            “orang yang meninggal karena penyakit kanker kebanyakan adalah terjadi karena dampak negatif dari metode penyembuhan yang dilakukannya, baik berupa secara kemo ataupun radiasi (pengobatan klinis yang umum dilakukan) dan bukan karena penyakit kanker yang dideritanya”
            hanya sekedar sharing kalo salah mohon dibenarkan dengan opininya masing-masing…
            thanx

    • Muhammad Arifin Bin Mulyadi

      Maaf sebelumnya, Menurut saya sebenarnya belum diperjual belikan kok, kan baru diundang jadi pembicara dalam seminar deteksi dini kanker di Hotel Sahid Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2013. misalkan tidak sesuai atau ada kesalahan dan kekurangan bisa didiskusikan dalam Seminar tersebut. tapi malah ada sekelompok dokter seperti dikutip pada tulisan di atas, yang melarang kehadiran beliau dalam presentasinya. mari berfikir demi kemajuan bangsa, semangat pemuda generasi penerus bangsa Indonesia n_n. salam perbaikan dan perubahan Indonesia menuju yang lebih baik

      • Febri Aldian

        mas, jawaban saya sama seperti koment mas sakban sagita. dibaca lagi ya berita nya.

    • Sakban Sagita

      Justru itu di adakan seminar dahulu, layak tidak penemuan tersebut di uji kliniskan. Kenapa melarangnya, Inikan belum di uji cobakan ke manusia dan belum di perjual belikan, hanya mau di seminarkan…koq di larang/tidak di izinkan ?

      • Febri Aldian

        btw siapa sih yg melarang? asosiasi dokter yg mana? fyi, dokter gak pake istilah asosiasi tuk organisasi nya.

        keluarga dari pasien2 yg komenta di berita ini dan menyatakan “sudah sembuh” apa nama nya kalo bukan sdh di uji coba kan ke manusia? syukurlah lah kalo keluarga mereka sdh sembuh betulan, kalo hanya sembuh sementara dan malah tamabah parah, siapa yag mau tanggung jawab?

        diatas sdh ada yg komen ttg alamt dan no telp Dr Warsito, coba deh di telepon atau di datangi , trus tanya berapa harga alatnya? fyi diatas 10juta. apa itu bukan jual beli?

        • rizki

          anda hanya bisa komentar bro, klw pernyataan itu muncul dari kementrian kesehatan, anda aja yang tanya kenapa dibatalkan, gak perlu berbasa-basi dalam forum ini. kalau anda keberatan, harap bijaksana.

    • ADIT

      tapi kan udah iterbukti manfaat dari penemuan DR WARSITO ITU

      • Febri Aldian

        mana bukti nya mas bro? yg ada hanya claim perseorangan. ingatkan kasus nya kinik Tongfang?

        • Guest

          Itu makanya beliau perlu dihadirkan dalam seminar, supaya beliau bisa mempresentasikannya di depan dokter2 yang PINTAR-PINTAR itu, dan dapat diuji. Lalu kenapa dilarang….???
          Logika awam akan mengatakan, “Para dokter itu takut kehilangan rezeki”

    • kritis

      baca hak patennya. sdh dunia yg mengakui. kalau seperti ini adanya, tidak perlu ada SNI segala.

      • Febri Aldian

        sayang pemikirannya tidk ‘kritis’, maaf ya… hak paten dalam bidang apa? yg ada paten dalam imaging / pencitraan. bukan dalam pengobatan. SNI hanya contoh bro… semua mesti di terdaftar. apalagi ini asih dalam taraf percobaan. mau keluarganya dijadikan kelinci percobaan. btw maaf kalo ada kaat2 yg tdk berkenan

        • Dorizo Hermawan

          setidaknya Dr warsito lebih pinter dari lo, saya sebagai orang yang berada di posisi tengah- tengah menganggap ilmu dokter warsito dan ilmu kedokteran itu sama aja. sama sama belum bisa menjamin untuk kesembuhan kanker, namun setidaknya dengan adanya Dr warsito lebih murah dengan resiko ringan(bayangin orang yang abis di kemo terapi rambutnya rontok dan bekas terbakar ” kalo kanker ada di biji lo apa yang terjadi? jembut lo rontok Broh ” ) wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw

    • Erwin Lixyandri

      KAN UDAH DI PATENKAN DI USA. AND DIPAKE LAGI SAMA NASA…..KURANG APALGI ?

      • Febri Aldian

        yg dipatenkan dan yg sdh digunakan ama NASA itu fungsi imaging nya (mirip fungsiu rontgen/USG/ct scan), baca lagi deh beritanya ya… fungsi ngobatinnya? btw kalo dah dipake ama USA/NASA pasti jaminan mutu ya? #mentalterjajah

        • Rudyno Nasrial

          Ya kalo gitu biarkan dia warsito menjelaskan dulu,belum jelasin uda langsung dibanned.

  • Mayuki

    Semangat terus Dr.warsito !!
    Saya salah satu pendukung anda.
    Jika Anda benar jangan takut,pertahankan kebenaran itu,walau banyak orang tdk menyukainya.
    Kasihan Indonesia,lama2 banyak para ilmuwan nya yg lebih memilih melakukan penelitiannya di luar negri,yg lebih banyak memberikan support,berupa dana ataupun fasilitas2 lain nya.
    Dukung anak bangsa,jangan mikirin ego nya sendiri2.

  • Taufik Al-barri

    yang mau maju dihalang halang, tapi sendirinya gamau berkembang dan maju. masya Allah….
    smoga semua orang sadar untuk bisa maju bersama2, ga saling menghalangi untuk maju

  • Djaelani

    Pak warsito…mungkin Para dokter itu menginginkan bicara dari hati ke hati dulu Pak sebelum di bicarakan dalam sebuah seminar…Penemuan Bapak itu…
    Indonesia kan terkenal dengan budaya Basa basi…

  • Boncel

    Kalau dokter dulu menyembuhkan penyakit, dokter sekarang mendoakan supaya sakit. Dokter dulu memberi uang, dokter sekarang meminta uang.

  • mantabjaya

    halah… para dokter tu cmn ngiri aja. mereka takut klo di hak patenkan…
    mereka para dokter2 yg ilmunya cetek n belagu itu ane bakal jamin mereka g akan dapat pasien kanker…
    wkwkwkwk lol :v
    semangat Dr. warsito.. kebaikan memang tdk mudah untuk diperjuangkan. good luck (y)

  • susy waty

    Halo saudara saudara semua,,,,Prof DR.warsito sdh ada tempat prakteknya,,,adanya di BSD,,,deket bunderan BSD ,,,,dan sdh banyak terbukti yang sembuh, dari kanker otak,payudara,,,,,tmn saya pasienya,dan saya yg menemaninya berobat,,,dia kena kanker payudara stadium 2 ,,,dia sewa rompi kanker dr DR.warsito ,,,,,3bl pemakain ,,, Alhamdulillah skarang sdh sembuh,,,,,smoga bermanfaat ,,silahkan datang langsung ke BSD,,,,

    • sabenih

      alamat lengkapnya di mana yh?…

      • susy waty

        Alamat lengkapnya saya lupa,,,,,patokanya gak jauh dari bunderan BSD,,,,pasienya Rame (banyak dr luar daerah),,,harus datang sebelum jam 7 pagi daftar dulu,,,,ini ada no,tlp: 021-9315015/20

        • Syafour Ardian Gt

          kurang angka nomor teleponnya mba…. kalo ngga salah ini 021-29315015
          kebetulan saya pernah menghubungi, istri saya menderita tumor payudara… InsyaAllah dalam waktu dekat akan berkunjung ke klinik dr.warsito di tangerang…. mohon doanya… terimakasih

          • susy waty

            oh iya maaf itu yg bener,,,,,,smoga istrinya cepet sembuh,,,Amin

      • Marlina Muhammad

        Iya mbak, Susy waty, tolong alamat Dr. Warsitonya di kasih tau, saya juga mau tu, biar saya hubungi lgsg Dr. Warsito itu. saa jg kebetulan mengalami sakit kaner jg mbak….. tolong dong mbak alamat lengkapnya…

        • Den Bagoese

          Praktek
          DR. Warsito P. Taruno Jl. Jalur Sutra Kav Spektra Blok 23C No. 10-11
          Alam Sutra Tangerang telp. 021-29315015…semoga bermanfaat

          • Rudyno Nasrial

            Mantab….ini baru info

    • Mucharam

      Boleh tau Harganya Berapa y pak rompi knker itu ?

      • susy waty

        Rompi kankernya tidak diperjualbelikan,,,,,hanya disewakan,,,,harga sewanya berbeda beda,,,kl kanker payudara sewa rompinya 4-5jt,,,pemakaian 6bln ,,setelah sembuh dikembalikan

  • Ahmed

    Cara Pandang Yang Berbeda
    1. Oknum Dokter memandang dari segi Ikatan Dokter (yg Isinya Bla-bla-bla)
    2. Oknum Dokter memandang dari segi Ekonomi Dokter (yg Isinya Bla-bla-bla)
    3. Oknum Dokter memandang dari profesi kedokteran (yg Isinya Bla-bla-bla)

    Peneliti Berpendapat:
    1. Memandang dari aspek kemajuan Ilmu pengetahuan
    2. Menciptkan alat utk kepentingan ilmu pengetahuan

    Nb: Kalaupun alat itu bermaafaat dan menghasilakan uang itu hanya dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan, jika emang profesi dokter ingin mendapatkan uang lebihhhhhhh, buatlah produk yg bisa bermaafaat “Yg tentu bisa di terima di masyarakat” Kenapa Malah Harus Takut dgn di temukannya alat metode medis ukt mengobati pasien KANKER!!!!!!!!!

    Toh kalau memang itu tidak bermaanfaat pasti dengan sendirinya akan hilang dari peredaran, biarkanlah alam yg akan menyeleksinya. Sekali Lagi Kenapa Oknum Dokter Harus Takutttttttttt…..ttt.t..t.t.t.t.t.t

  • amrul_taqwa

    Kementerian Kesehatan menolak karena menerima surat protes dari asosiasi dokter.
    Asosiasi dokter protes karena takut pasiennya cepat sembuh, sehingga penghasilan berkurang.

  • Atagnan

    Temuan menarik. Sayangnya bertabrakan dengan kepentingan dokter dan rumah sakit yang sudah terlanjur membeli alat macam MRI yang harganya tentu sangat mahal. Belum balik modal apalagi taking profit.
    Dr Warsito tidak boleh patah arang. Ya itulah resistansi di lapangan. Go ahead… !

  • Andy Becho

    ya iya lah ditolak…kalo alatnya bisa digunakan orang banyak dokter ahli kanker gak kebagian order lagi…gak ad duit masuk lagi..gak bisa nutup biaya sogok waktu kuliah,,…

  • Indra

    beginilah Indonesia, setiap ada orang yang mempunyai Inovasi, Dedikasi terhadap masyarakat selalu saja dijegal!!!!

  • Ahmad Herbalis

    Gak Usah Kawatir Masyarakat sudah mulai cerdas untuk memilih berobat dan minum obat , buktinya banyak masyarakat yg beralih ke obat Herbal Dri Pada Beruurusan Dengan Para Dokter Dengan Biaya yg Mencekik ,Lanjutkan Jangan Patah Arang Karena Banyak Yg mendukung agar banyak pasien yg menderita cancer pada tertolong.

  • Beatrix

    Karna Nyawa manusia itu di anggap tidak berharga di Indonesia…Uang yg berharga so penemuan yg begitu berguna akan menghalangi pemasukan bagi kantong2 mereka tanpa memikirkan itu akan banyak menyelamatkan nyawa manusia yg bagi mereka tidak berharga itu…. pengalaman pribadi …MRI itu tidak bole sering2 dalam periode singkat tp karna mesinnya tidak mampu menangkap objek secara jelas n di suruh ulang sampe 3x dimana kena double fee lage utk ke lalaian mereka sendiri…Ng sakit separah itu malahan jd parah karna kena radiasi …Eh konsultasi dokter nya dengan dokternya sibuk BBM….Parah!!!!!

  • mario

    ha….ha…ha…indonesia, yang protes takut gak bisa makan…..

  • Evi Eca

    kapan bisa canggih klo gini indo yaaa hadeewww dokter2 otak kerdil tidak mau menghargai jerih payah orang lain

  • deni

    Makanya negara kita tidak maju2 …. tidak sedikit katanya orang pintar kita lari menjadi warga negara negeri tetangga karena tidak ada pengakuan dari negara sendiri ….. rupanya para dokter ini mungkin takut kehilangan sebagian rejekinya ya, padahal rejeki itu sudah diatur sama Allah SWT …. Tidak usah berkecil hati Dr. Warsito … maju terusssss demi kemanusiaan …

  • Tusa

    Lanjutkan Dr. Warsito …. biasa itu mah orang-orang iri …… !!! Tetap semangat walau matahari menyengat ….

  • muhamad yusup

    HEHEHEHE…., lalu pengobatan TRADISIONAL seperti ahli patah tulang bisa sembuh, ahli pijat syaraf bagaimana?. menurut saya dlm penemuan baru ini rakyat indonesia mendukung. tinggal mekanisme perjalanan hal tersebut yang dikaji ulang…,tujuannya sama2 kok. menyelamatkan MANUSIA. ayo semangat menciptakan teknologi

  • ITA TAMALA

    ABAIKAN SAJA MEREKA,DOK…..LANJUTKAN SAJA PENELITIAN ANDA,ANJING MENGGONGGONG KAFILAH BERLALU DALAM DAMAI…..

  • Marlina Muhammad

    He he he mgkin takut rumah sakit gak laku lg ut pengobatan/menerima
    operasi org yg sakit kanker itu. kan gak ada uang masuk lg, macam gak
    tau saja, kalau tdk bukan Indonesia namanya.

  • Yadi Dipa

    Saya hanya mau berobat pada personal dan institusi yang mengutamakan ketawakalan daripada rasionalitas manusiawi. Sayangnya semakin lama saya semakin sulit mendapatkannya dari personal/institusi dari kalangan medis, sehingga tanpa sadar sudah belasan tahun saya tidak lagi berobat medis, kecuali konsultasi awal yang akhirnya saya tinggalkan (karena minimnya unsur ketawakalan). Alhamdulillah, Allah swt melewati saya berbagai penyakit (bahkan yang kelas berat).

  • gusdur

    Ah.. sayang sekali ya seminarnya gak jadi. Apakah asosiasi dokter yg dimaksud adalah IDI? Sy sempat nonton acara hitam-putih deddy c yg menampilkan DR Warsito, selebritis dan dan seorang dokter. Seingat saya, memang sang dokter sangat menentang temuan warsito ini. Lain halnya dengan sang selebritis; katanya kalau seseorang sudah tidak punya pilihan lagi yg baik untuk kesembuhan penyakitnya, tentu dia akan mencari penyembuhan alternatif. Katanya, pengobatan kanker yg dialami kerabatnya (ortunya?) yaitu operasi dan dilanjutkan dengan radiasi/kemoterapi mempunyai efek samping yg besar.

    Kalau tidak salah Warsito mengatakan alatnya berbeda dng metoda kemoterapi/radiasi yg menembak baik sel sehat maupun sel kanker. Gelombang yg dihasilkan oleh alatnya hanya menyerang sel2 kanker saja…tidak menyerang sel sehat. Katanya sudah ada 8000 orang yg memakai alatnya dan hasilnya sekitar 70-80% survive. Yang pertama memakai temuan adalah kakaknya yg menderita kanker payudara sekitar 5th lalu (?) dan sekarang masih hidup (cancer survivor). Kalau saya tidak salah tangkap, Warsito tidak mengklaim dirinya sebagai terapist atau ahli pengobatan; dia mengatakan dirinya periset. Mangkanya dia menyebut kantornya bukan klinik atau sejenisnya, tapi kalau gak salah sebagai lembaga riset. Saya yakin Warsito mengetahui kalau memasang papan nama sebagai pusat pengobatan atau sejenisnya akan dituntut krn alat yg dipakainya belum melewati pengujian badan tertentu. Badan apa ya yg paling kompeten untuk menguji temuannya? Lalu kenapa penderita kanker pada tertarik? Saya kira krn klaim Warsito bahwa alatnya hampir ‘tidak ada efek samping’ serta hanya memakai sumber tenaga baterai 3V yg tentunya sangat keciil dibanding daya peralatan radiasi menarik minat. Saya tidak tahu harganya berapa ; ada yg menulis di thread ini katanya sekitar 10 Jt. Wow… harga yg relatif mahal ya…namun kalau dibandingkan dengan biaya operasi kanker payudara+radiasi yg pernah dialami mertua sich masih lebih murah.

    Latar belakang Warsito sebagai periset bidang elektromagnetik di Jepang dan USA totalnya sekitar 18thn tentu sangat mumpuni dalam bidang ini. Tentunya kita semua ingin tahu apakah temuannya benar2 bermanfaat atau sampah? Bagaimana alat temuannya bisa membangkitkan gelombang yang hanya menyerang sel kanker? Bagaimana alatnya bisa membedakan mana sel kanker dan mana sel sehat? Apakah alatnya cocok digunakan untuk semua orang? Dll…dll. Saya pikir perlu diadakan seminar untuk membahas temuannya ini yg dihadiri oleh ahli fisika, ahli nuklir, ahli kedokteran dsb agar kita semua mengetahui kebenaran ttg temuannya ini.

    • Aprah Simbolon

      Kok dibilang belum melewati pengujian.. padahal sudah dipatenkan tahun 2006 bahkan sudah dipakai NASA juga teknologinya…..
      Intinya bukan itu… tapi lebih cenderung para dokter memikirkan kepentingan mereka dan rumah sakitnya tanpa memikirkan kesembuhan masyarakat penderita kanker dengan baik…. IRONIS memang…

  • Salsabil

    Setiap manfaat untuk banyak orang, tidak akan terhenti hanya dengan gagalnya sebuah seminar. Tetap semangat Pak. Ilmu yang bermanfaat untuk banyak orang wajib dikembangkan.

  • Rully Cover

    biasa ada rasa takut di hati orang2 yg protes, takut nti klu alatnya laku kan bs menurunkan omset praktik……???????

  • usman y tantu

    Semakin Banyak yang menentang semakin bagus, semakin kelihatan kualitas moral dinegeri ini,

  • iwan

    pihak rumah sakit dan dokter kaya takut nggak laku…dengan penemuan alat tersebut yang notabene murah dan buatan anak negeri, sedangkan rumah sakit sudah beli alat pendeteksi yang mahal bahkan bisa puluhan hingga ratusan milyard.., bagaimana rumah sakit ngembaliin uang yang sudah dibeli dengan utang….kalau ada penemuan kayak gini

  • gustirahmat

    Mudah2an Allah menganugerahkan banyak keberkahan dari alat yang Dr temukan

  • Abshan Shihab AbBedulloh

    tunggu ada yang lirik dari luar, bru dah pemerintah indonesia ngemis2

  • boy

    kemenkes kok patuh sm persatuan dokter utk mmbatalkan seminar? bukanya yg memiliki hak legal ttg segala aspek kesehatan adalah instansi kemenkes,,

  • boy

    kemenkes kok patuh sm persatuan dokter utk mmbatalkan seminar? bukanya yg memiliki hak legal ttg segala aspek kesehatan adalah instansi kemenkes,,

  • popo oke

    sayang sekali kemenkes tidak menjelaskan alasannya kenapa tidak diijinkan, sehingga seolah2 hanya berpihak pada mayoritas tanpa mengkaji dulu… bagaimana ibu nafsiah mboi?

  • popo oke

    sayang sekali kemenkes tidak menjelaskan alasannya kenapa tidak diijinkan, sehingga seolah2 hanya berpihak pada mayoritas tanpa mengkaji dulu… bagaimana ibu nafsiah mboi?

  • Datuk Pulungan

    kasi info saja sama menteri BUMN kan menteri BUMN suka dengan hal hal yang seperti ini…infonya pasti akan meledak….

  • Datuk Pulungan

    kasi info saja sama menteri BUMN kan menteri BUMN suka dengan hal hal yang seperti ini…infonya pasti akan meledak….

    • Irkhamov

      Jangan dikasih tau ke Dahlan Iskan, paling2 dijadikan bahan jualan buat kampanye dia menuju RI 1. Mobil listrik dia mana lanjutannya, ga jelas.

  • novira

    tetep semangat pak …biasa di negara kita kl ada orang yg memiliki bakat lebih ato lebih pintar dr yg lain malah dianggap sombong dan pamer tp sya yakin selama bpk berjln di jln yg benar pasti ada jalan keluarx,semangatttt……

  • novira

    tetep semangat pak …biasa di negara kita kl ada orang yg memiliki bakat lebih ato lebih pintar dr yg lain malah dianggap sombong dan pamer tp sya yakin selama bpk berjln di jln yg benar pasti ada jalan keluarx,semangatttt……

  • Fefi Hart

    Dimana ya alamat pak dokter?

  • Fefi Hart

    Dimana ya alamat pak dokter?

  • H.Usman Ahmad

    Dengan Niat Karena Alloh…Insya Alloh ditolong Alloh Swt…Semangat terus Kakangmas…

  • H.Usman Ahmad

    Dengan Niat Karena Alloh…Insya Alloh ditolong Alloh Swt…Semangat terus Kakangmas…

  • Payjhoey Rock Rouet’s

    negara ini memble krn pemimpinnya

  • Payjhoey Rock Rouet’s

    negara ini memble krn pemimpinnya

  • http://imicomputer.blogspot.com IMI Computer

    “Kepentingan” Kantong yg berkepentingan tidak tercukupi kalo sampai alat tersebut go public.

  • http://imicomputer.blogspot.com IMI Computer

    “Kepentingan” Kantong yg berkepentingan tidak tercukupi kalo sampai alat tersebut go public.

  • Ganjaroso Nih

    Jangankan DR. Warsito, saat jadi menteri saja, BJ. Habibie gak bisa memproduksi pesawat yang dinilai terbaik di dunia pada zamannya saat itu… kalah sama cukong2 bengis pemakan darah rakyat… wal’iyadzubillah…

  • Ganjaroso Nih

    Jangankan DR. Warsito, saat jadi menteri saja, BJ. Habibie gak bisa memproduksi pesawat yang dinilai terbaik di dunia pada zamannya saat itu… kalah sama cukong2 bengis pemakan darah rakyat… wal’iyadzubillah…

  • santoso

    murid kami, terkena kanker tulang dan telah mengunakan alat penemuan dr. warsito dan berdampak sangat baik….maju terus Dr. Warsito, ………….

  • santoso

    murid kami, terkena kanker tulang dan telah mengunakan alat penemuan dr. warsito dan berdampak sangat baik….maju terus Dr. Warsito, ………….

  • Ipoel

    Kalo kita tidak memahami sebuah teori, bukan berarti teorinya yang salah..dst

  • 33Conine .

    Bagaimana cara mendapatkan produk tsb (rompi/celana/helm)?

  • http://www.bedialbantani.blogspot.com/ Bedi Citoendoen

    klu dokter yang hasud dokter lagi,takut kalah saing….

  • firman alamsyah

    ECVT adalah alat untuk memindai, bukan alat yang menyembuhkan kanker. ECVT digunakan untuk memindai keganasan sel kanker dan sudah dibandingkan hasilnya dengan USG, mammografi, PET-SCAN, CT-SCAN dan MRI. ECVT bebas radiasi dan tidak menyakitkan penderita kanker, serta jauh lebih murah jika dibandingkan alat pemindai lainnya seperti disebutlkan diatas. Sebagian besar penderita kanker yang datang ke lembaga riset DR. Warsito adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah, dan bisa mendapatkan diskon jika membawa SKTM.

    Alat yang digunakan untuk menyembuhkan kanker yang dibuat salahsatunya berbetuk rompi adalah ECCT. ECCT sudah diujikan pada cell line kanker dan sel normal di tahun 2010 dan hasilnya sudah diujikan di FMIPA UI. Riset berbasis cell line dengan menggunakan ECCT saat ini sudah dikembangkan pada berbagai sel kanker dan sel normal. ECCT saat ini sedang menunggu sertifikasi dari balitbangkes Kemenkes. Alat ini tidak dierjualbelikan dan hanya disewa, karena ini EDWAR adalah lembaga riset dan bukan klikik kesehatan. Penderita kanker yang datang ke EDWAR pun sudah memahami dan menyetujui pemakaian alat ini pada mereka. Jadi tidak ada istilah kelinci percobaan.

    Semoga bangsa ini menjadi bangsa yang besar dengan menghargai hasil riset anak bangsa sendiri.

    • firman alamsyah

      Sedikit tambahan, pendiri EDWAR, DR. Edi Sukur, M.Eng dan DR. Warsito, M.Eng. adalah alumni Jepang. Mereka S1-S3 di Jepang. Sebelum pulang ke Indonesia, DR. Edi Sukur bekerja di sebuah perusahaan di Jepang dan sudah hidup mapan disana. Sedang DR. Warsito sebelum pulang ke Indonesia, bekerja sebagai peneliti pada grup riset “kelas atas” di Ohio state University, USA, yang hasil risetnya digunakan oleh perusahaan-perusahaan minyak besar di dunia. Mereka berdua pulang ke Indonesia untuk sebuah idealisme membangun riset di Indonesia. Awal mula EDWAR berdiri hanyal sebuah laboratorium yang dibangun diatas ruko 2 lantai di Modernland Tangerang, dengan membimbing dan memberi beasiswa riset mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia sepertri UI, ITB, UNTIRTA, UNJ, UNS, dll. Mahasiswa-mahasiswa yang dididik inilah yang sekarang turt membesarkan EDWAR dan tetap dan terus melakukan riset untuk umat dan kemajuan bangsa Indonesia.

      • NENENGKUSMIASIH

        SAYA SENDIRI MERASA TERBUAI DAN AKHIRNYA TERGODA UNTUK MENCOBA MEMAKAI ALAT UNTUK KANKER PAYUDARA YANG HARGANYA 8 JUTAAN, SEBELUM SAYA PAKAI SAYA PERIKSA DARAH CA NILAINYA 30, SETELAH SAYA PAKAI SELAMA SEBULAN SAYA CEK DARAH CA LAGI HASILNYA FANTASTIS JADI 72…..LANGSUNG PEMAKAIAN ALAT SAYA HENTIKAN.. MALAH TERJADI PENYEBARAN KE PARU, DAN AKHIRNYA SEKARANG MENJALANI KEMOTERAPI LAGI……SUDAH DUA KALI SAYA KE KLINIK RISET KANKER EDWARD. PERTAMA DIBERIKAN KONSUL DENGAN PARA PEGAWAI YANG BUKAN LULUSAN DARI MEDIS, YANG KE DUA DENGAN DOKTER YANG SUDAH PENSIUN,….SAYA MAU KONSUL DENGAN WARSITONYA…PENGEN KONSUL TAPI GA DIBERI JADWAL….SEHARUSNYA BERITA DI INTERNET JUGA HARUS SEIMBANG……JANGAN HANYA MENGGEMBOR2KAN ALAT PEMBUNUH KANKER….TAPI SETELAH PAKAI ALAT TEMEN SAYA MALAH MENINGGAL SEBULAN KEMUDIAN, SAYA MALAH MENYEBAR KE PARU, ALATNYA JUGA SAMA MAHAL…..KITA SEBAGAI KONSUMEN JUGA JADI PIHAK YANG LEMAH DARI AWAL SUDAH DIBERIKAN SURAT BERSEDIA SEBAGAI PESERTA RISET KANKER……..ISTILAH PEMAKAIAN ALAT .DIISTILAHKAN SEWA, PADAHAL YANG NAMANYA SEWA TIDAK SEMAHAL ITU….SAYA BAYAR 8 JUTAAN, DEFOSIT ALATNYA HANYA DIHARGAI 1,3 JUTA, ARTINYA KALAU ALAT ITU DIBALIKIN KEMBEALI 1,3 JUTA, ITU PUN TIDAK BISA DIAMBIL LANGSUNG TUNAI HARUS NUGGU DITRANSFER SETELAH TANGGAL 27 SETIAP BULANNYA….AKHIRNYA …ALAT SAYA DIBIARKAN TERONGGOK BEGITU SAJA DI RUMAH. MAU DIBALIKIN JUGA ONGKOS TOL SAMA BENSINNYA 500 RIBU….CAPEK DECH…..EH ADA SATU LAGI MEMAKAI ALAT ITU MENYIKSA DIRI, BADAN SEPERTI DI BOROGOD EUNGAP ….NYIKSA DIRI…

        • Rizal

          Allahu a’lam.. saya dulu seorang konsultan dan terapis kesehatan Holistik. Kanker payudara juga erat berhubungan dengan masalah psikis seseorang. malah menurut saya 40% dari masalah psikis. Masalah psikis yang sering menyebabkan adalah masalah hubungan pengasuhan dari Orang tua semasa kecil dan hubungan suami-istri. Mungkin ketidak sembuhannya bisa berasal pada maslah psikis yang seperti itu.

    • firman alamsyah

      Hasil riset DR. Warsito sudah mendapatkan pengakuan dan penghargaan di tingkat Nasional maupunj internasional. Jadi, sangat tidak bijak, jika sebagian orang yang mengaku “well educated people” menyamai teknologi DR. Warsito dengan “teknologi alam gaib” ala p*nari atau klinik-klinik/produk-produk kesehatan yang tidak berbasis riset, apalagi melakukan pelarangan atas hasil riset di sebuah seminar ilmiah.

  • Yoghi Martino Yulian

    udah jual saja hasilnya ke amerika atau jepang. nanti dokter dokter indonesia dengan senang hati kok beli dari amerika dan jepang.

  • Tekad Rosadi

    Saya yakin teknologi ini akan menggantikan teknologi X-Ray yang sudah usang. http://www.tech4imaging.com/

  • Arya Aryo

    Lha Wong dokter yang meresepkan Madu n Herbal saja, dibilang “dokter Jualan Jamu” and “Dukun” oleh dokter2 yg ngerasa “paling modern” , padahal mereka SALES nya Pabrik2 Obat Kimia Sintetis … hehehe… Tetap Semangat !

  • Irkhamov

    Wajar lah pak Warsito, temuan Anda mengancam penghidupan super layak dari para dokter pengasong obat2 paten pabrikan farmasi. Apalagi Anda ini bukan dokter, saia yakin pasti penolakannya tambah keras lagi. Begitulah mrk dokter2 Inlander yg kaya-raya karena kongkalikong dg pabrikan farmasi, berkolaborasi menghisap darah penderita penyakit ! Herannya menteri kesehatan udah gonta-gani, kelakuan dokter2 ini tetep saja kek lintah gini.

  • anon

    Kalo ecvt bs bunuh kanker, knp ga d produksi masal dr sekarang? Apa bener udh terbukti ilimiah? Kok sampe sekarang paten nya belom ada? Kalau iya kenapa beliau tidak dapat nobel? Pikir pakai logika.

  • http://iengalways.blogspot.com/ abdulah mustafa

    udah lama sebenarnya penemuan kanker di amerika, namun karena tidak mendapatkan persetujuan dari departemen kesehatan Amerika, akhirnya penemuan ini dihilangkan.

  • tris b

    Sudah jelas betapa piciknya sebagian bangsa kita sendiri, bahkan yg mengaku sbg kaum profesional. Bagaimana mungkin ada kelompok yg mengaku profesional menghentikan dan melarang seseorang yg bobot keilmuannya sudah diakui oleh dunia untuk menyampaikan kebenaran yg berdasarkan hasil kajian ilmiah. Padahal sbg anak bangsa sudah seharusnya kita merasa bangga dengan penemuan DR. Warsito. Seharusnya mereka yg mengaku sbg profesional itu mendukung riset riset yg dilakukan oleh siapapun (tidak harus dari kelompok profesinya) agar segera dapat dimanfaatkan untuk menolong orang lain, toh pada akhirnya pasti yg kelompok profesional tertentu itulah yg mengklaim paling berhak menggunakan metoda tersebut. Menyedihkan dan menggelikan!

  • EVI UMAIMAH

    EMANG NEGARA KITA SUSAH DIAJAK MAJU, PARA DOKTER MERASA BISA MENDAPAT RUPIAH TINGGI DARI PARA ORG YG BEROBAT TIDAK TERIMA ADA ALAT YANG LEBIH MURAH….APA MEREKA GAK MIKIR BETAPA TERSIKSANYA PENGOBATAN KANGKER YANG MAHAL DAN KEMO YG MENYIKSA…MALAH MENCARI MATERI DIBALIK PENDERITAAN ORG. DR.WARSITO IBARAT MALAIKAT UNTUK PASIEN KANGKER..SY HANYA TAMBAHKAN USUL BUAT DR.WARSITO AGAR JUGA DIADAKAN ALAT UNTUK PASIEN YANG TIDAK MAMPU YG HANYA MENUNGGU AJAL KARENA TIDAK MAMPU

  • Ardi Badru Jaman

    Lah.. wong wkt BJ Habibie bsa bikin pesawat aj, bangsa ini Gak percaya .(baru meLek skrg)
    Energi geotermal, baru sekarang digembor-gemborin, (20 taun kmna aj bro)
    Plastik jadi BBM pun demikian. (masih merem aj)
    apalagi ini, ttg kesehatan menyangkut MASYARAKAT KELAS BAWAH-MENENGAH-ATAS , pastilah bgtu sikap sebagian orang-orang yg ngaku modern .
    tunggu NEGARA Lain dlu, ntar baru dech negara ini “ikut-ikutan” .
    TAPE DECH .. #tepok jidat orang

  • I Putu Kusumajaya

    Maju terus Dr.Warsito..,semoga masyarakat kita yg kurang mampu bisa juga tertolong berkat jasa Bapak dan kawan-kawan di EDWAR.

  • yoyo

    inilah salah satu alasan banyak anak bangsa yang lebih memilih untuk mengabdikan ilmunya diluar dan pindah kewarga negaraan.. banyak pihak2 dan kelompok tertentu lebih memilih kepentingan pribadi dan kelompok mereka dengan menolak inovasi dan melakukan interfensi terhadap ilmu pengetahuan.

  • Guest

    Dokter oncology mana yang berani memberikan jaminan kesembuhan 100 % kepada pasien kanker terutama yg sudah stadium lanjut?? saudara saya kena penyakit kanker dan di kemo di mount e singapore dokter di sana juga tidak berani memberikan jaminan kesembuhan 100 %, malah saudara sy meninggal setelah 2 bulan menjalankan kemo.Jika dari dokter oncology juga ga berani memberikan jaminan , tak ada salahnya dokter warsito juga menyatakan hal yg sama. Malah beliau cukup jujur mengatakan alatnya dalam experimen. Bukankah dunia kedokteran sekarang memang sedang terus melakukan experimen terhadap obat dan alat terapi kanker?? jadi apa bedanya jg dengan dokter warsito yang jg melakukan experimen yg sama?? Kesembuhan pasien dokter warsito jg 80% sama sekali tidak ada kesembuhan. Baik dari dunia kedokteran dan alat dokter warsito sama2 mempunyai peluang yang sama dalam sembuh dan meninggal. Kalo ke dokter oncology mikirkan biaya kankernya saja sudah bikin setengah mati ( yang benar2 bisa buat Kantong Kering) di tambah lagi mikir penyakit kankernya, yah makin cepat meninggal yang ada. Jadi mengapa kita tidak mendukung dokter warsito mengexperimen dan menyempurnakan alatnya spy semakin banyak org miskin yang bisa sembuh dari kanker. Apa ada obat dan terapi kesehatan di dunia ini ditemukan tanpa di mulainya experimen??? Jadi mari kita semua mendukung dokter warsito menyempurnakan alatnya bukan mencaci beliau. Para dokter oncoloIndonesia memang kurang memberikan perhatian kepada orang – orang yang berkualitas dan berprestasi, Jika sudah sampai di bajak negara lain barulah berkoar dan berteriak Tidak ada Nasionalis.

  • Guest

    di negara lain, jika ada penemu seperti dokter warsito bahkan pemerintah turun tangan membantu dana dalam melakukan experimen, pemerintah kita

  • ika

    Didoain sakit kanker aja dokter2 yg kontra dgn penemuan prof warsito ini, kita liat..mrk mau ga badannya diobrak-abrik dgn alat2 super canggih kebanggaan mrk berupa kemo dan radiasi itu.dicari metode yg lbh manusiawi kok menolak.aya aya wae….
    Coba dipahami pasien kanker yg takut dgn momok kemo dan radiasi ….
    Saya menggunakan ecvt sejak september 2013, alhamdulillah tidak da perkembangan yg signifikan krn sel kankernya bisa ditekan perkembangannnya dgn alay yg sy pakai ini, tentunua dengan seizin Allah SWT.
    Tetap semangat prof, seperti semangatnya kami dalam memjalani research ini.semoga kesabaran ini membuahkan hasil kedepannya.
    Saya percaya prof dan rekan masih memiliki niat mulia….

  • Alvin Attasrif

    Hah… Ini negeri mau kemana sebenarnya..??? Banyak orang berilmu pendidikan tinggi, tapi prilakunya tidak ilmiah…?! Pantas saja selalu tertinggal..!!

    Jika ada penemuan hebat, harusnya kita bangga, apalagi manfaatnya sangat jelas. Seminar ilmiah saja dilarang, bagaimana produksi massal alatnya untuk konsumsi dunia kesehatan.

    Menurut saya latar belakang penolakan ini jelas konspirasi bisnis.
    Kenapa bangsa lain justru lebih apresiatif daripada bangsa sendiri..???

    Mungkin sebaiknya alat ini diuji lagi di luar negeri (semoga sudah di-patent-kan) kemudian dicarikan investornya yang mau memproduksi. Mungkin berbagai yayasan peduli kanker banyak yang mau menyokong dana untuk memperbanyak alat ini. Biar pemerintah nantinya lihat sendiri betapa penemuan dan alat ini sangat berharga.

    Semangat terus Pak Warsito..!!!

  • Abi Aghni

    ada apa dengan mentri kesehatan?…

  • zeageat

    itulah indonesia yang tidak pernak menghargai seorang ilmuan, kapan kita mau maju. mungkin para doktor takut rumah sakitnya tidak laku….lanjutkan perjuangan pak warsito…kami mendukungmu….terima kasih.

  • Anonim

    RATA-RATA OKTER CUMA NYARI UANG AJA, SENGAJA GA BOLEH DI SEBAR LUASKAN, KARENA PARA DOKTER TAKUT PENGHASILANNYA BERKURANG, SEMOGA ALLAH MEMBUKA MATA KALIAN PARA DOKTER, INGAT KESEMBUHAN DAN KESEHATAN BUKAN DARI TANGAN KALIAN, TAPI DARI ALLAH, KALIAN PARA DOKTER BUKAN APA-APA, ALLAH BISA MENYEMBUHKAN SEGALA PENYAKIT, WALAUPUN RIBUAN DOKTER BERKUMPUL UNTUK MENYEMBUHKAN SEMUA PENYAKIT, ITU SEMUA TIDAK AKAN TERSEMBUHKAN TANPA ALLAH YANG MENYEMBUHKAN, KALIAN BUKAN APA-APA TANPA ALLAH YANG MENYEMBUHKAN, KALIAN HANYALAH PERANTARA, BANYAK ORANG YANG ALLAH SEMBUHKAN TANPA HARUS DATANG KEPADA DOKTER, SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH

  • aser

    pasti gara2 takut penyakit kangkernya pd sembuh sm penemuan itu sehingga dokter sepi pasien

  • herawatini

    hadeuh…dokter-dokter kayaknya takut prakteknya ga laku…..

  • Indfis Indra

    arogansi dokter itu sangat tinggi seperti yg punya andil dalam menyembuhkan hanya dokter maka mari kita berjuang bersama kemenkes bahwa departemen kesehatan itu bukanlah milik dokter saja tapi multi disiplin ilmu yang bisa berkarya disitu , kalo begini caranya maka indonesia semakin terpuruk krena arogansi organisasi yg superior ga boleh org lainmaju dan hampir semua bidang diacak2 ingin dikuasainya padahal keilmuan itu saling berhubungan satu dengan yg lainnya bukan profesi dokter saja yg harus maju,..

  • Tipa

    pertanyaannya, kenapa Asosiasi dokter ini menolak atau mengajukan pelarangan untuk dr Warsito? alasannya kenapa? Asosiasi dokter ada yg konfirmasi terhadap hal ini?

  • masduki

    Semoga pak warsito selalu mendapat lindungan Allah, dan dapat memperjuangkan

    penemuannya untuk bisa di manfaatkan dan membantu orang banyak, amin…

  • miss lee

    kemana jika saya beemknat utk membelinya?

  • musicman

    bikin seminar sendiri aja, taro hasilnya di internet, once it’s out, it’s not going anywhere

    • http://emiro.me/ Mocha Emiro

      bener tuh, masuk TED aja

  • Iskandar Yukanza

    Saya kecewa karena sikap IDI, seharusnya kesempatan ini bisa digunalkan untuk adu argumentasi secara ilmiah, dalam pengobatan seharusnya bisa menggunakan berbagai alternatif, kalau anda tidak berani adu argumentasi dengan Dr. Warsito, kami jadi curiga jangan-jangan ada faktor lain yang menjadi pertimbangan utama………..
    Kalau begini sikap dokter di Indonesia kapan kita mau maju, jangan salahkan nanti pada akhirnya profesi dokter Indonesia tidak dipercaya lagi ………
    Mungkin salah satu faktor sering terjadinya mall praktek akibat sikap para dokter Indonesia yang seperti ini, arogan …. di otaknya bukan bagaimana caranya agar pasien cepat sembuh, tetapi bagaimana caranya bisa dapat uang banyak dari si penderita …… payah loe ….

  • dfriendly

    takut kalo lahan duit nya diambil orang barang kali… itulah, bahkan orang sakit pun dijadikan lahan bisnis

  • Mas Ugeng

    dokter-dokternya yang protes takut kehilangan ladang bisnisnya…

    • http://emiro.me/ Mocha Emiro

      mirip sekali apa yg muncul dalam pikiran saya