*
Categories
Menu
pks solid
Pengamat Politik: Isu Pembubaran PKS Terlalu Berlebihan dan Bombastis.
Nasional

pks soliddakwatuna.com – Jakarta.  Kasus dugaan suap impor daging sapi yang menyeret mantan Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishak (LHI) terus dikembangkan oleh KPK. Hal ini menimbulkan munculnya beberapa isu yang mendera PKS, salah satunya adalah isu pembubaran PKS.

Terkait isu pembubaran PKS ini, pengamat politik Arya Fernandes menilai hal itu terlalu berlebihan. Menurut Arya, selain PKS ada sejumlah partai lainnya yang kadernya terlibat kasus korupsi.

“Itu usulan yang membombastis. Karena usulan yang sama bisa dilakukan kepada parpol lain,” ucapnya.

Arya juga menyoroti aliran uang Fathanah yang diduga mengalir ke sejumlah pihak di PKS. Jika ke depan terbukti ada kader PKS yang menikmati uang tersebut, maka kader tersebut diminta mundur dari partai. 

“Kalau ada pengurus DPP menerima aliran dana Fathanah lebih baik mengundurkan diri,” ujar pengamat politik Arya, Rabu (22/5/2015).

Arya menyebut reshuffle internal PKS perlu dilakukan jika hal tersebut terbukti benar. Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi agar PKS tidak menjadi bulan-bulanan masyarakat. 

“Tapi ini baru dugaan bahwa PKS menerima aliran dana Fathanah. KPK belum mengumumkan dan merilis adanya dugaan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan data aliran dana Ahmad Fathanah ke oknum elite PKS, selain Luthfi Hasan. Data itu sudah diserahkan PPATK ke KPK.

“Yang kita temukan individu. Bisa saja ke partai. Dari individu ke partai,” kata Ketua PPATK M Yusuf. (mt/dtk)

comments