*
Categories
Menu
kjs
16 Rumah Sakit Mengundurkan Diri, Bagaimana Nasib KJS?
Daerah

kjsdakwatuna.com – Jakarta. Anggota Komisi E DPRD DKI Dwi Rio Sambodo membenarkan adanya rumah sakit (RS) swasta yang mengundurkan diri dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS). Setidaknya ada 16 RS yang mengundurkan diri sehingga program Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo terancam gagal.

Menurut Dwi, mereka mundur karena tidak setuju dengan penerapan standar harga yang diterapkan dalam KJS. Pihak RS menilai standar harga KJS terlalu rendah sehingga mereka merugi.

“16 RS tersebut merasa keberatan dengan tarif harga versi INA-CBG nya Askes,” kata Dwi, Sabtu (18/5).

Dwi mengungkapkan, baru dua yang menyampaikan pemutusan hubungan kerjasama. Keduanya yakni RS Thamrin dan RS Admira.

Masalah ini, sambung Dwi, harus segera diselesaikan sebelum semakin banyak RS yang mundur dari program KJS. Ia mendorong agar pemerintah daerah memanggil pihak-pihak terkait termasuk Menteri Kesehatan (Kemenkes) Nafsiah Mboi segera turun tangan.

Dwi berharap Dinas Kesehatan DKI Jakarta bisa meyakinkan pihak RS untuk menerima standar tarif KJS. Pasalnya, KJS adalah bentuk pelayanan publik dan tidak profit oriented.

“Dinkes sebagai pihak berwenang pengelola izin, evaluasi dan pembinaan RS diharapkan untuk memberikan penekanan kepada rumah sakit tersebut. Karena bagaimanapun juga RS memiliki fungsi sosial yang harus ditegakkan sesuai amanat undang-undang,” papar politisi PDIP itu.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas kesehatan DKI Jakarta Dien Ermawati membenarkan adanya 16 RS yang angkat dari program KJS.

“Yang mundur 16 RS karena pembayaran klaim kecil dan ada pembatasan alkes (alat kesehatan, red),” ucap Mien melalui pesan pendek. (dil/jpnn)

16 rumah sakit yang mengundurkan diri dari program KJS:

  • RS Thamrin
  • RS Admira
  • RS Bunda Suci
  • RS Mulya Sari
  • RS Satya Negara
  • RS Paru Firdaus
  • RS Islam Sukapura
  • RS Husada
  • RS Sumber Waras
  • RS Sukmul
  • Port Medical
  • RS Puri Mandiri Kedoya
  • RS Tria Dipa
  • RS JMC
  • RS Mediros
  • RS Restu Mulya

comments
  • http://www.facebook.com/hartoyo.othoy Hartoyo Othoy

    Mudah2an jangan banyak orang yang sakit, apalagi orang yang nggak punya, sakit dikit mah berdoa aja sama Allah, amin

  • ThaifahManshurah

    ini gara2 jokowi
    pake sok bikin program kesehatan gratis segala
    (maklum, jokowi kan cuma kader partai :-D )
    niatnya sih bagus menolong orang yg gak mampu
    tapi masalahnya, program kesehatan gratis malah dijadikan KOMODITAS POLITIK

    trus emangnya mengelola rumah sakit itu gak pake uang apa….!!!
    mulai dr gaji/tunjangan untuk dokter, perawat, staf, sopir, OB
    trus biaya untuk listrik, beli obat2-an, beli peralatan, beli kendaraan(ambulance), beli genset, bayar pajak, dlsbg
    beli tanah, mendirikan bangunan,
    trus biayai perawatan peralatan, perawatan bangunan, perawatan kendararan dll
    kalo cuma bermodalkan kartu yg disebut KJS itu mah bukan solusi, tapi ilusi
    soalnya program sebelumnya udah ada
    JAMKESMAS, JAMKESDA, ASKES dll
    tapi gak jalan

    nah jokowi maen gampangin aja masalah
    dia pikir cukup bikin kartu berobat gratis yg biasa disebut KJS, trus segala permasalahan ttg kesehatan jadi beres
    sekarang malah jadi masalah
    __________

    saran dr gw buat PDI-P
    mendingan PDI-P bikin aja rumah sakit sendiri
    trus orang yg gak mampu bisa berobat di rumah sakit miliknya PDI-P tsb
    semua biayanya diambil dr kas PDI-P