*
Categories
Menu
Ilustrasi - KPK Berani Jujur, Hebat (inet)
Semoga KPK Tidak Salah ‘Tebang’ dan Tidak Salah ‘Pilih’
Nasional
KPK Berani Jujur, Hebat (inet)

KPK Berani Jujur, Hebat (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Menarik untuk disimak hasil polling Metro TV pada acara Indonesia Bersuara yang ditayangkan selasa malam (14/5).

Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah Percayakah anda KPK Selama ini Tebang Pilih dalam Menyidik Kasus Korupsi? Ternyata, orang yang percaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tebang pilih dalam menyidik kasus korupsi, jauh lebih banyak daripada yang tidak percaya atau tidak tahu.

Sebanyak 69 persen responden percaya selama ini KPK tebang pilih dalam menyidik kasus korupsi. Sedangkan yang tidak percaya hanya 23 persen. Sisanya, yakni 8 persen, mengaku tidak tahu.

Kalau kita mencoba untuk menarik benang merah dengan sepak terjang KPK didalam menangani kasus-kasus korupsi, hasil polling ini dapat mewakili realitas di lapangan. Ini bisa dibuktikan dengan masih banyaknya kasus-kasus besar yang sampai saat ini belum berhasil dituntaskan oleh KPK, padahal bukti-bukti yang ada sudah memungkinkan bagi KPK untuk segera menuntaskan kasus-kasus tersebut.

Dalam kasus hambalang misalnya, ketua KPK Abraham Samad beralasan masih menunggu hasil audit BPK.

Abraham Samad mengatakan lembaganya masih menunggu hasil perhitungan jumlah kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelum menahan Andi.

”Kalau hasil auditnya sudah lengkap, kami akan tahan,” katanya usai seminar bertajuk Peranan Penegak Hukum dalam Perlindungan dan Pengembalian Aset Negara yang Diambil secara Melawan Hukum itu.

Menurut Abraham, BPK tengah menyelesaikan audit terhadap dugaan korupsi Hambalang. KPK akan menerima hasil audit lengkap dalam beberapa pekan ke depan. “Insya Allah satu-dua pekan ke depan sudah ada,” katanya.

Adapun kelanjutan dari kasus century, baru-baru ini KPK memeriksa mantan Menkeu Sri Mulyani di AS.

Tim KPK telah memeriksa mantan menkeu Sri Mulyani di Amerika Serikat terkait kasus Century. KPK mendapatkan sejumlah konfirmasi dari pemeriksaan itu.

“Menurut keterangan dari penyidik, pemeriksaan dua saksi di Amerika mengkonfirmasi beberapa dugaan yang sebelumnya diperkirakan,” ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantornya, Jumat (10/5/2013).

Di negeri Paman Sam, KPK selain memeriksa Sri Mulyani juga memeriksa pejabat BI Wimboh Santoto. Nama terakhir saat ini menjadi kepala perwakilan BI di AS.

Seperti diketahui, sejumlah kasus yang merugikan negara ratusan milyar hingga triliunan rupiah tersebut masih belum ditangani serius oleh KPK. Misalnya kasus Century yang merugikan negara hingga Rp. 6,7 triliun dan kasus Hambalang yang menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merugikan negara sebesar 243,6 milyar rupiah.

Saat ini KPK sedang gencar-gencarnya menangani kasus dugaan suap impor daging sapi yang diduga melibatkan mantan presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaq (LHI). Namun sampai saat ini KPK belum juga mengumumkan berapa besar kerugian negara yang diakibatkan dari kasus ini. “Nanti kita buktikan di pengadilan” demikian kilah jubir KPK Johan Budi.

Jadi wajar saja jika masyarakat menyimpulkan bahwa KPK tebang pilih di dalam menangani kasus-kasus korupsi di Indonesia. Layak kita tunggu, apakah KPK berani segera menyelesaikan 2 kasus besar seperti Hambalang dan Century. Semoga KPK tidak salah ‘tebang dan tidak salah ‘pilih’ (JJ/Mtr/bsb)

comments
  • Mohammad Ihsan

    yang paling penting, sekarang PKS, harus waspada, harus siap, nyiapin bukti jgn hanya beradu argument di media, itu bakal jadi bumerang