Menu
Puisi dan Syair

Bagaimana Kalau Kita Berkarya

28 April 2013

Ilustrasi (inet)

Ilustrasi (inet)

dawatuna.com

Termenung aku di ujung malam tanpa kata
terpikir akan aku dan negeriku.
Aku cinta bangsaku
bangga akan benderaku

tapi…..
apa yang sudah aku perbuat, apa yang sudah aku berikan
dan kembali aku hanyut dalam lamunan.

Tersurat dalam realita,
pemuda seusiaku sudah mahir berkarya mereka mampu
terbangkan sang garuda
tancapkan cakar seantero dunia.

kata
baju peradaban negara
lihatlah parang-parang kita usungkan
sunyata perang kita teriakkan dengan
nafsu-nafsu busuk tak terkendali

Apakah kita bangsa pemarah
Apakah kita orang-orang tak bermarwah

Kini aku sadar, aku hanya bergelut dengan waktu
tanpa menghasilkan apa-apa.

Aku malu, sungguh aku malu
malu dengan mereka yang harumkan nama bangsa

Jelas aku cemburu
cemburu dengan mereka yang berprestasi

Sudahlah, lupakan saja masa kelam kita dahulu dan kini
Sambutlah mentari pagi ini dengan jiwa baharu
Kita pasti bisa, bisa harumkan nama bangsa
dengan tiga dimensi kata
dimensi ilmu, hati dan budi

Wahai sang pejuang
berkaryalah untuk bangsa,
Republik Indonesia.

Rumah Pena Malaysia, 8/4/2013