*
Categories
Menu
Ilustrasi (inet)
Dua Hati
Puisi dan Syair

Ilustrasi (inet)

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Hey kamu,
Yah kamu,
Yang pandai memutarbalikkan fakta,
Yang pandai membuat pencitraan dalam dunia nyata.

Pesonamu takkan menjadikan malaikat tunduk kepadamu,
Kegesitan Ucapanmu bukan yang menjadikan Bidadari merindukanmu
Tapi Imanmu yang mendamaikan duniamu
Kebohongan demi kebohongan kau lakukan
Karena keterlanjuran untuk menjadi yang terdepan,

Ingatkah akan Hari pembalasan?
Tak takutkah kau terhadap wajah sang Malaikat Malik?
Tak pernahkah kau rasakan panasnya api?
Atau memang kau merindukan Api yang berkobar tinggi dan besar?

Jika kau anggap janji hanyalah pemanis bibir,
Tapi ternyata kau lupa bahwa janji Rabbmu adalah Janji suci,
Janji yang akan dan pasti terjadi.

Wahai tubuh, Sinkronlah terhadap hati, Selaraskan dengan akal
Bukan Pencitraan dunia yang kau butuhkan,
Bukan pujian dan sanjungan manusia yang diharapkan
Tetapi Laporan dari Malaikat yang menentukan
Kaukah yang menjadi Hamba Terbaik
Atau kaulah yang menjadi pemeran seorang munafik?

Aku, kamu dan mereka
Semua sama,
Makhluk Allah yang tak luput dari Khilaf dan alfa
Tetapi bukan dengan bermuka dua atau berhati dua,
Maka berusahalah menjadi Jiwa yang tenang
Meminta dikuatkan dalam Keimanan
Dengan Kebaikan yang kau ukir
Dan selimuti diri dengan jubah keimanan,
Cukuplah Pandangan dan Penilaian Rabb sebagai Peganganmu.

comments