*
Categories
Menu
kejahatan-perang-israel-di-gaza
Isyarat Perang Israel VS Poros Perlawanan Arab Musim Panas Mendatang
Analisa

Mahir Raja

Harian Tsabat, Libanon, 24 April 2010

dakwatuna.com- Meski situasi saat ini terkesan anteng, banyak indikasi Tel Aviv sedang menyulut api peperangan di kawasan Timteng. “Perang muslim panas mendatang” ungkapan ini ramai dibicarakan media Israel awal tahun ini dan statemen-statemen pejabat di pemerintah Netanyahu. Ungkapan ini juga sempat memicu ketegangan di kawasan. Terutama Tel Aviv kembali membicarakan persenjataan Hizbollah Libanon, rudal Skud yang dikembangkan yang berasal dari Suriah. Menurut sumber resmi Israel, kemampuan militer Hizbollah ini bisa jadi mengubah perimbangan kekuatan dan strategi di kawasan.

Memang tidak bisa dibantah, sejak perang dengan Hizbollah 2006, Israel cenderung bernafsu menggelar rencana perang kembali. Namun agaknya setelah operasi militer Israel Cast Lade ke Jalur Gaza 18 bulan lalu, rencana itu hanya di atas meja di Dinas pertahanan Israel.

Berikut rentetan persiapan militer Israel yang merupakan indikasi kuat mereka akan menggelar perang dalam waktu tidak lama.

- Manuver militer Israel sebanyak 10 kali berturut-turut selama 1,5 tahun.

- Latihan militer internal dalam negeri untuk persiapan menghadapi situasi perang dan menyelesaikan distribusi pelindung baja kepada semua wilayah Israel di Mei mendatang.

- Anggaran perang dinaikkan pada pecan lalu, seperti dilansir sumber Israel yang dirilis Yediot Aharonot.

- Mobilisasi pelan-pelan namun terfokus bagi pasukan Israel di front utara dan perbatasan dengan Jalur Gaza, terutama setelah operasi penyerangan perlawanan Palestina “memberi pelajara bagi Israel bodoh” di Gaza terhadap satu khusus Golani Israel.

- Gelombang pasokan rudal anti rual Amerika yang diterima oleh Israel akhir tahun 2009 yang diikuti oleh latihan militer gabungan Israel – Amerika pada bulan September dan mengfokuskan penyebaran system pertahanan Jet tempur, rudal Patriot 3 Chatd dan Ages di wilayah-wilayah strategis terutama di wilayah Ghaus Dan; wilayah Tel Aviv besar yang mencakup sejumlah titik kekuatan militer Israel dan infrastruktunya.

- Keputusan-keputusan institusi militer Israel dan tindakan realisasi di lapangan di Palestina dalam 1948 membuktikan bahwa militer terus melakukan persiapan sebisa mungkin beralih kepada situasi siap tempur secara umum. Agaknya Israel saat ini memang menyelesaikan benar-benar persiapan militer sehingga sewaktu-waktu bisa melakukan spekulasi perang, terbatas atau secara besar-besaran.

Alasan dan bibir jurang peperangan

Bulan lalu jalan Israel menuju peperangan sangat terlihat jelas. Baik dalam bentuk tindakan atau statemen. Bahkan menyiapkan diri situasi perang riil di kawasan Timteng. Di Palestina perang yahudisasi dan pembangunan permukiman yahudi semakin luas di jantung konfik; Jerusalem (Al-Quds).

Di Tepi Barat ada genderang perang pengusiran warga Palestina dalam jumlah besar secara riil oleh Israel. Ini rentetan pertama rencana besar yang masih disembunyikan dan secara praktis ditunjukkan Israel melalui asap perang di musim panas mendatang. Di tambah lagi sejumlah statemen Israel akan menggelar perang atas Jalur Gaza.

Di bagian lain, Israel mengancam akan menyerang Teheran. Belakangan sumber pemerintah Netanyahu menyebutkan, Israel tidak mungkin menunggu sanksi dunia terhadap Iran dalam jangka waktu yang lama. Statemen ini semakin menegangkan ketika sumber media Amerika mengungkap kesiapan-kesiapan Israel untuk menyerang Iran dan maneuver militer laut di lautan India yang disertai tindakan militer Amerika. (Sunday Herlerd mengungkap persiapan militer Amerika misalnya Pentagon mengevakuasi bom cerdas ke kepulauan Inggris Diego Gracia).

Selain sebagai antisipasi pembunuhan aksi balas dendam terbunuhan Emad Muganiyah, komandan Hizbollah, dalam perang mendatang Israel juga beralasan sebagai antisipasti balas dendam atas terbunuhnya Asy-Syahid Mabhuh. Namun agaknya terhadap Hizbollah yang terus mempersenjatai diri, Israel lebih memilihnya sebagai alasan utama.

Israel sudah biasa memilih perang dalam dua situasi; pertama, ketika jalan perdamaian politik yang sesuai dengan kepentingan Israel tertutup atau tidak ada harapan. Kedua, ketika Israel melihat bahwa perimbangan kekuatan strategi tidak lagi berpihak kepada Israel atau perimbangan itu mengancam Israel.

Kedua factor di atas saat ini benar-benar terjadi. Berikut sejumlah realitas yang menambah keresahan Israel yang mendorongnya untuk menggelar perang:

- Israel yang menerima kondisi bahwa perimbangan kekuatan baru pasca 2006, kini Negara zionis ini tidak lagi siap bertahan dalam kondisi seperti ini. Israel meyakini jika kondisi dibiarkan, senjata Hizbollah akan semakin mengancam Israel.

- Dalam beberapa bulan lalu, sejumlah laporan strategi menegaskan, perlawanan di Jalur Gaza mengambil pelajaran dari perang lalu dan kini mampu meningkatkan kemampuan persenjataannya dan peperangannya. Bukan saja mereka memiliki sejumlah capaian di perang 2009, tapi mereka semakin maju dalam memenej pertempuran.

Laporan pakar pengamat militer, Ronien Pregaman di harian Yediot Aharonot menegaskan di edisi Januari 2010, bahwa dari indikasi-indikasi lalu disimpulkan Israel berfikir bahwa tidak ada jalan untuk menghindar dari perang besar di musim panas mendatang; ia adalah timing klasik yang sesuai dengan militer Israel dalam operasi agresinya. (bn-bsyr/ip/ut)

comments
  • Aminfauzi8

    sampk kapan pun tmur tengah nga akan aman lok israil belum di hancurkan