Menu
Berita

Kekerasan Israel Terhadap Perempuan Gaza

25 November 2009

Images_news_2009_nov_25_nisai_300_0dakwatuna.com – Gaza. Pusat Informasi dan Media Perempuan Palestina di Jalur Gaza menegaskan, perempuan Palestina mengalami kejahatan sangat brutal oleh Israel dalam agresi terakhir di Jalur Gaza yang menelan korban 1500 korban syahid, kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak dan menghancurkan 22 rumah dan 95 ribu warga terlunta-lunta, kebanyakan perempuan dan anak-anak.

Pusat Studi menambahkan, dalam penyataan pers yang disampaikan kepada Infopalestina kemarin Selasa (24/11), blockade Israel terhadap Jalur Gaza sejak 24 bulan lalu semakin menambah kondisi buruk perempuan Palestina. “Terputusnya aliran listrik, kekurangan bahan bakar telah menyebabkan kehidupan perempuan kepada kehidupan masa lampau dalam menunaikan pekerjaan rumah tangga. Sehingga hal itu menyebabkan kebanyakan mereka mengalami penderitaan kesehatan,” tegas studi perempuan.

Pusat Studi menegaskan, Israel telah menjadikan warga Gaza secara umum dan perempuan secara khusus – sebagaimana laporan resmi internasional – sebagai manusia paling miskin di dunia karena mereka dilarang bepergian keluar dari Jalur Gaza, menutup perlintasan serta pengurangan bahan-bahan pokok, sehingga kondisi ekonomi di Jalur Gaza hancur.

Dalam konteks yang sama, PBB mengeluarkan laporan bahwa 8 dari 10 keluarga Palestina hidup di bawah garis kemiskinan di Jalur Gaza. Prosentase kemiskinan melebihi 30 % dari pada di Tepi Barat. Imbas kemiskinan itu terkena wanita Gaza berupa pengangguran, tidak adanya peluang pendidikan, layanan kesehatan yang memadai dan 80 % warga di Jalur Gaza bergantung kepada bantuan. (bn-bsyr/pip)