Home / Dasar-Dasar Islam / Fiqih Islam / Ushul Fiqih / Metode Penulisan Ushul Fiqh

Metode Penulisan Ushul Fiqh

Dalam sejarah penulisan buku-buku ushul dikenal ada tiga buah metode dan gaya penulisan para ulama, yaitu:

  • Metode ahli ilmu kalam (Syafi’iyyah)
  • Metode ahli fiqh (Hanafiyyah)
  • Metode gabungan.

Metode Syafi’iyyah

Kitab Ar-Risalah karya Imam Syafi’i adalah kitab pertama yang menggunakan metode ini dalam penulisannya. Di antara ciri-ciri metode ini adalah:

Pertama: Metode ini memusatkan diri pada kajian teoritis murni untuk menghasilkan kaidah-kaidah ushul yang kuat, walaupun kaidah itu mungkin tidak mendukung mazhab fiqh penulisnya.

Kedua: Dalam mengkaji dan menelurkan kaidah ushul, metode ini sangat mengandalkan kajian bahasa Arab yang mendalam, menggunakan dalalah (indikator) yang ditunjukkan oleh lafazh kata atau kalimat, logika akal, dan pembuktian dalil-dalilnya.

Ketiga: Metode ini benar-benar terlepas dari pembahasan cabang-cabang fiqh dan fanatisme mazhab, jika masalah fiqh disebutkan ia hanya sebagai contoh penerapan saja. Metode ini juga menggunakan gaya perdebatan ilmiah dengan ungkapan:

فإن قلتم… قلنا

“Jika Anda mengatakan…, maka jawaban kami adalah…”

Oleh karena itu para penulis Ushul Fiqh yang menggunakan metode ini adalah mereka yang berasal dari mazhab yang berbeda: Syafi’iyyah, Malikiyyah, Hanabilah, Mu’tazilah, Asy’ariyyah, dan lain-lain.

Kitab-kitab yang menggunakan Metode Syafi’iyyah

  1. Ar-Risalah karya Imam Syafi’i (150-204 H).
  2. At-Taqhrib karya Al-Qadhi Abu Bakr Al-Baqillani Al-Maliki (wafat th 403 H).
  3. Al-Mu’tamad karya Abul-Husain Muhammad bin Ali Al-Bashri Al-mu’taziliy Asy-syafi’i (wafat th 436 H).
  4. Al-Burhan karya Abul-Ma’ali Abdul Malik bin Abdullah Al-Juwaini Asy-Syafi’i/Imamul-haramain (410-478 H).
  5. Al-Mustashfa karya Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Asy-Syafi’i (wafat 505 H).
  6. Al-‘Uddah Fi Ushul Al-Fiqh karya Al-Qadhi Abu Ya’la Muhammad bin Al-Husain bin Muhammad Al-Hambali (380-458 H).
  7. At-Tamhid Fi Ushul Al-Fiqh karya Mahfuzh bin Ahmad bin Husain Abul Khattab Al-Kalwadzani Al-Hambali – murid Abu Ya’la (432-510 H).
  8. Raudhatun-Nazhir Wa Junnatul-Munazhir karya Muwaffaquddin Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi Al-Hambali (541-620 H).
  9. Al-Mahshul karya Fakhruddin Muhammad bin Umar Ar-Razy Asy-Syafi’i (wafat 606 H).
  10. Al-Ihkam fi Ushulil-Ahkam karya Saifuddin Ali bin Abi Ali Al-Amidi Asy-Syafi’i (wafat 631 H).

Metode Hanafiyah

Metode ini memiliki karakter sebagai berikut:

Pertama: Keterkaitan erat antara Ushul Fiqh dengan masalah cabang-cabang Fiqh dimana ia dijadikan dalil dan sumber utama kaidah-kaidah ushul yang mereka buat. Apabila ada kaidah ushul yang bertentangan dengan ijtihad fiqh para imam dan ulama mazhab Hanafi, mereka menggantinya dengan kaidah yang sesuai.

Kedua: Tujuan utama dari metode ini adalah mengumpulkan hukum-hukum Fiqh hasil ijtihad para ulama mazhab Hanafi dalam kaidah-kaidah ushul.

Ketiga: Metode ini terlepas dari kajian teoritis dan lebih bersifat praktis.

Metode ini muncul karena para imam mazhab Hanafi tidak meninggalkan kaidah ushul yang terkumpul dan tertulis bagi murid-murid mereka seperti yang ditinggalkan Imam Syafi’i untuk murid-muridnya. Dalam buku para imam mazhab Hanafi, mereka hanya menemukan masalah-masalah Fiqh dan beberapa kaidah yang tersebar di sela-sela pembahasan Fiqh tersebut. Akhirnya mereka mengumpulkan masalah-masalah Fiqh yang sejenis dan mengkajinya untuk ditelurkan darinya kaidah-kaidah ushul.

Kitab yang ditulis dengan metode Hanafiyah

  1. Al-Ushul karya Ubaidullah bin Al-Husain bin Dallal Al-Karkhi Al-Hanafi (260-340 H).
  2. Al-Ushul karya Ahmad bin Ali Al-Jash-shash Al-Hanafi (wafat th 370 H).
  3. Al-Ushul karya Muhammad bin Ahmad bin Abi Sahl Abu Bakr As-Sarakhsi Al-Hanafi (wafat th 490 H).
  4. Kanz Al-Wushul Ila ma’rifat Al-Ushul karya Ali bin Muhammad bin Al-Husain Al-Bazdawi Al-Hanafi (wafat th. 482 H).
  5. Ta’sis An-Nazhar karya Ubaidullah bin Umar bin Isa Abu Zaid Ad-Dabbusi Al-Hanafi (wafat th 430 H).
  6. Al-Manar karya Hafizhuddin Abdullah bin Ahmad An-Nasafi Al-Hanafi (wafat th 701 H).
  7. At-Tamhid Fi Takhrij Al-Furu’ ‘alal-Ushul karya Jamaluddin Abdur Rahim bin Al-Hasan bin ‘Ali Al-Isnawi Asy-Syafi’i (704-772 H).

Metode Gabungan

Metode ini muncul pertama kali pada permulaan abad ke-7 Hijriyah melalui seorang alim Irak bernama Ahmad bin Ali bin Taghlib yang dikenal dengan Muzhaffaruddin Ibnus Sa’ati (wafat th 694 H) dengan bukunya Badi’un-Nizham Al-Jami’ baina Ushul Al-Bazdawi Wal-Ihkam.

Di antara keistimewaan terpenting dari metode ini adalah penggabungan antara kekuatan teori dan praktek yaitu dengan mengokohkan kaidah-kaidah ushul dengan argumentasi ilmiah disertai aplikasi kaidah ushul tersebut dalam kasus-kasus fiqh.

Buku-buku penting yang ditulis dengan metode gabungan

  1. Badi’un-Nizham Al-Jami’ baina Ushul Al-Bazdawi Wal-Ihkam karya Ibnus-Sa’ati.
  2. Tanqih Al-Ushul karya Taj Asy-Syari’ah Ubaidullah bin Mas’ud Al-Bukhari (wafat th 747 H), buku ini adalah ringkasan dari Ushul Bazdawi, Al-Mahshul karya Ar-Razi, dan Mukhtashar Ibnul-Hajib. At-Tahrir Fi Ushul Al-Fiqh karya Kamaluddin Muhammad bin Abdul Wahid yang dikenal dengan nama Ibnul-Hammam Al-Hanafi (790-861 H). Buku ini lebih dekat ke metode Syafi’iyyah, meskipun penulisnya menyebutkan dalam muqaddimah bahwa ia menulisnya dengan metode gabungan.
  3. Jam’ul-Jawami’ karya Tajuddin Abdul Wahab bin Ali As-Subki Asy-Syafi’i (wafat th 771 H).
  4. Al-Qawa’id wal-Fawaid Al-Ushuliyyah karya Ali bin Muhammad bin Abbas al-Hambali yang terkenal dengan sebutan Ibnul-Lahham (752-803 H).
  5. Musallam Ats-Tsubut karya Muhibbuddin bin Abdus-Syakur Al-Hanafi (wafat th 1119 H).
  6. Irsyad Al-Fuhul Ila Tahqiq ‘Ilm Al-Ushul karya Muhammad bin Ali bin Abdullah Asy-Syaukani Asy-Syafi’i (wafat th 1250 H).

Al-Muwafaqat karya Imam Asy-Syathibi
Ada sebuah buku ushul yang patut dicermati karena memiliki gaya tersendiri dalam penulisannya, yaitu kitab Al-Muwafaqat Fi Ushul Al-Ahkam karya Abu Ishaq Ibrahim bin Musa Asy-Syathibi Al-Maliki (wafat 790 H). Buku ini istimewa karena penulisnya menggabungkan antara kaidah-kaidah ushul dengan maqashid (tujuan), asrar (rahasia), serta hikmah syariat dengan bahasa yang mudah dan penjelasan yang gamblang.

Beberapa Buku Ushul Fiqh Kontemporer

  1. Tas-hil Al-Wushul Ila Ilmil-Ushul karya Muhammad Abdur Rahman Al-Mahlawi Al-Hanafi (wafat 1920 M).
  2. Ushul Al-Fiqh karya Muhammad Al-Khudhari (wafat 1927 M).
  3. Ushul Al-Fiqh karya Abdul Wahab Khalaf (wafat 1955 M).
  4. Ushul Al-Fiqh karya Muhammad Abu Zahrah (wafat 1974 M).
  5. Ushul Al-Fiqh karya Muhammad Zuhair Abun-Nur.
  6. Ushul Al-Fiqh Al-Islami karya Syaikh Syakir Al Hambali.
  7. Ushul Al-Fiqh Al-Islami karya Wahbah Zuhaili.
  8. Ushul Al-Fiqh Al-Islami karya Zakiuddin Sya’ban.
  9. Ushul At-Tasyri’ Al-Islami karya Ali Hasbullah dan lain-lain.

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 6,73 out of 10)
Loading...Loading...
Ahmad Sahal Hasan, Lc
Lahir di Jakarta dan saat ini dianugerahi 4 orang putra-putri. Memiliki latar belakang pendidikan dari Madrasah Tarbiyah Al-Mushlihin, SMPN 56 Jakarta, SMAN 70 Jakarta, dan LIPIA Jakarta Fakultas Syariah. Saat ini bekerja sebagai Dosen di STEI SEBI dan STIU Al-Hikmah. Aktif di berbagai organisasi, antara lain pernah di amanahkan sebagai Ketua Majelis Syura pada LKI LIPIA Jakarta, Yayasan Bina Amal Islami, dan Staf Kaderisasi pada Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat. Beberapa karya ilmiah pernah dihasilkannya, antara lain "Ilmu Ushul Fiqh, metode Penulisan Para Ulama Ushul Fiqh", "Tauhid dalam Surat Al-Ikhlash", dan "Menutup Aurat dan Pandangan Fiqh Ulama Tentangnya". Hobi utamanya adalah nasyid.

Lihat Juga

Memahami Fiqh (bagian 3)

  • Abdullah Hadits Born

    Ilmu ushul fiqh ini di kalangan kaum muslimin secara umum terkesan "menyeramkan" dan "sulit" buat dipelajari. Ini disebabkan karena dlam ilmu Ushul Fiqh sarat dengan istilah-istilah arab asing yang amat sulit difahami dari berbagai sisi.Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu mempelajarinya dengan baik, terutama buat mereka yang memilki kapasitas syar'i yang bagus.Untuk itu, alangkah baiknya jika ada Buku ushul fiqh ringkas jelas lugas tuntas buat kaum awam. Karena seringkali kesalahan dalam beribadah dan muamalah kaum muslimin itu dikarenakan tidak punya dasar-2 pijakan yang baku dan jelas. Wallahu a'lam.

  • Rizal

    as….bagai mana kalo materi ushul fiqh nya d tambah kan jd g penasaran. thanks

  • http://yahoo.com madrasah

    Alhamdulillah, dengan adanya webside dakwa tuna.com kami selaku hamba Allah merasa bersyukur atas materi dakwah yang disampaikan lewat media internet untuk menambah kekayaan islam yang sesuai dengan Syariat Islam.

    dengan adanya situs ini saya pribadi merasa bangga untuk memperoleh perbendaharaan kajian tentang agama Islam

    Wassalam.

    marjan

  • DhiAZ

    Ass

    afwan baru bisa gabung sekarang.

    bisa nggak yah kajian mengenai ushul fiqhnya diperdalam lagi. Soalnya bermanfaat banget buat wawasan kita sebagai umat muslim. wass

  • http://www.pacikarang.pta-bandung.net ayip

    ass..

    Alhamdulillah, saya banyak mendapatkan ilmu dari tulisan ini.. dan mohon ridlonya untuk saya jadikan refenrensi.

  • ilut

    minta tolong kajian ushul fiqhnya syiah

  • indri

    saya setuju dgn pendapat dari Abdulah Hadits Borneo, krn saya termasuk orang yg tidak faham dgn istilah-2 Arab mungkin krn saya nggak pernah mesantren, smntr saya pengen tau banyak ttg ushul fiqih.

  • elyamanie

    mhn kalau dapat saya diberi istilah2 dalah ushul fiqih untuk referensi ana jzkllah

  • farid

    ass, syukron atas penjelasanya, kalau boleh ana usul gimana kalu istilah ushul fiqih selain dengan bahasa arab memakai bahasa ilmiah moderen..

  • http://[email protected] hannan

    alhamdulillah dengan adanya ushul fiqih saya bisa belajar banyak tanpa pergi jauh22 mudah mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat
    amin..

  • aik

    emankny imam syafi’i pake ilmu kalam? bkn kh imam syafi’i adlh imam ahlussunnah yg menentang keras ilmu kalam?